HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA KELAS X DI SMKN 11 MALANG

Egi Sumitra, Esti Widiani, Wahidyanti Rahayu H.

Abstract


Masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri. Identitas diri adalah kemampuan untuk memandang diri berbeda dengan orang lain. Orang tua, lingkungan, kebudayaan dan interaksi sosial sangat mempengaruhi proses pembentukan identitas diri pada remaja. Remaja dengan identitas diri yang positif mampu memandang diri sendiri berbeda dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan identitas diri pada remaja Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 11 Malang. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif non eksperimental dengan rancangan deskriptif korelatif. Populasinya adalah siswa SMKN 11 Malang Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan berjumlah 61 orang. Teknik sampling menggunakan teknik “Non probability Sampling”. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistik penelitian sebagian besar remaja Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 11 Malang memiliki interaksi sosial yang sedang sebanyak 38 remaja (62,30%), dan sebagian besar memiliki identitas diri yang positif yaitu sebanyak 53 remaja (86,89%). Hasil analisis uji Chi Square didapatkan nilai p value sebesar 0,017 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan identitas diri pada remaja Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 11 Malang. Disarankan kepada remaja untuk dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosialnya yaitu dengan cara selalu menjaga kontak sosial dan komunikasi yang baik dengan lingkungan sosial agar identitas diri terbentuk ke arah yang positif.

ABSTRACT

Adolescence is a period of identity search. Self-identity is ability to consider themselves different from others. Parents, environmental, cultural and social interaction affect the process of identity formation. Adolescents with positive self-identity that is able to look at yourself differently than anyone else. To the effect this research is to know relationship social interaction with self identity in adolescents Class X Department of Computer Engineering and Networks at SMKN 11 Malang. This obsevasional method as observasional as quantitative non experimental with correlative’s descriptive design. Its population is students SMKN 11 Malang Class X Department of Computer Engineering and Networks. Sampling tech utilize tech “Nonprobability Sampling”. Examination observationaling to utilize Chi Square statistic quiz. Statistical test results mostly adolescents have social interactions that are as much as 38 adolescents (62.30%), and most have a positive self-identity that is as much as 53 adolescents (86.89%). The results of the analysis obtained Chi Square test p value of 0.017 <0.05, which means that there is a significant relationship between social interaction with self identity in adolescents Class X Department of Computer Engineering and Networks at SMKN 11 Malang. It is advisable to adolescents to be able to improve their social interaction ability that is by always keeping good social contact and communication with social environment so that the identity of self is formed in a positive direction.

Keywords : Adolescence, Social Interaction, and Self Identity

Keywords


Identitas Diri; Interaksi Sosial; Remaja.

References


Berk, Laura E. 2007. Development Through The Lifespan. United State of America: Pearson Education.

Dalami, Ermawati dkk. 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Jiwa. Jakarta: Trans Info Media.

Dariyo, A. 2004. Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia

Gerungan, W. A. 2000. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Putri, L. 2016. PLS Sebagai Solusi Alternatif Kenakalan dan Degradasi Remaja. http://imadiklus.com/karyalenpnf1/pls-sebagai-solusi-alternatif-kenakalan-dan-degradasi-remaja/lenpnf2016-luluputriutami-untirta-pls-sebagai-solusi-alternatif-kenakalan-dan-degradasi-remaja/ Diakses tanggal 06 Februari 2017.

Rice, F. P. 1996. The Adolescent: Development, Relationship, & Culture, 8th ed. Boston: Allyn & Bacon

Ristianti, A. 2009. Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan identitas diri pada remaja di SMA Pusaka 1 Jakarta.http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_10505010.pdf.Diakses tanggal 04 Desember 2016.

Santrock, J. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Soekanto, S. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tubbs, L Stewart and Sylvia, Moss. 1996. Human Communication: Prinsip Prinsip Dasar. Pengantar: Deddy Mulyana, Bandung : Remaja Rosdakarya

Wong, D 2008. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Edisi Revisi. Jakarta: EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.