HUBUNGAN SELF CONFIDENCE DENGAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 13 MALANG

Shania Auryn, Yanti Rosdiana, Vita Maryah Ardiyani

Abstract


Kecenderungan body dysmorphic disorder merupakan cara pandangan terhadap kekurangan fisik yang terimajinasi pada penampilan dan perhatian yang berlebih terhadap kekurangan bentuk tubuh yang sebenarnya tidak begitu berarti. Bagi beberapa individu yang tampilan fisiknya menarik lebih sering diperlakukan dengan baik dibandingkan dengan individu yang mempunyai penampilan kurang menarik dapat menurunkan rasa Self confidence atau kepercayaan diri pada seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan self confidence dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja putri di SMK negeri 13 malang. Desain penelitian ini menggunakan analitik pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di SMK negeri 13 Malang yang berjumlah 164 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah simple random sampling yaitu dengan sampel sebanyak 113 orang. Instrumen menggunakan kuesioner BDDQ dan SOC. Uji analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar (70,8%) responden masuk dalam kategorik self confidence tinggi dan sebagian besar (66,4%) responden masuk dalam kategorik kecenderungan body dysmorphic disorder rendah. Hasil analisis didapatkan nilai Signifikan (Sig.) = 0,000 (p value ≤ 0,05) yang berarti H1 diterima artinya terdapat hubungan self confidence dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja putri di SMK negeri 13 Malang. Jika remaja putri memiliki self confidence yang tinggi maka tingkat kecenderungan body dysmorphic disorder akan menurun. Saran untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti seluruh factor yang mempengaruhi self confidence dan kecenderungan body dysmorphic disorder.

The tendency of body dysmorphic disorder is a way of looking at physical deficiencies that are imagined in the appearance and excessive attention to the lack of body shape that is not so meaningful. For some individuals whose physical appearance is attractive more often treated well compared to individuals who have less attractive appearance can reduce the sense of Self-confidence or confidence in someone. The purpose of this study was to determine the relationship of self-confidence with the tendency of body dysmorphic disorder in adolescent girls at SMK Negeri 13 Malang. The design of this study uses an analytic cross-sectional approach. The study population was all young women in SMK Negeri 13 Malang, amounting to 164 students. The sampling technique in the study was simple random sampling, with a sample of 113 people. The instrument uses a BDDQ and SOC questionnaire. The data analysis test uses a chi-square test. The results showed that most (70.8%) respondents were categorized as high self-confidence and the majority (66.4%) respondents were categorized as low body dysmorphic disorder. The analysis results obtained Significant value (Sig.) = 0,000 (p-value ≤ 0.05) which means that H1 is accepted means that there is a relationship of self-confidence with the tendency of body dysmorphic disorder in young women in SMK Negeri 13 Malang. If young women have high self-confidence, the level of tendency for body dysmorphic disorder will decrease. Suggestions for future researchers to examine all the factors that affect self-confidence and the tendency of body dysmorphic disorder.

Keywords: Teenage girl; self-confidence, body dysmorphic disorder.

Keywords


Remaja putri; Self confidence; Body dysmorphic disorder

References


Ahmadi, A., 2002. Psikologi sosial. Jakarta: PT. Rineka cipta.

Anthony, R., 2009. Rahasia Puncak Percaya Diri Total. Jakarta: MitraSejati.

Arikunto, 2015. Prosedur penelitian. Jakarta: PT. Rineka cipta.

Bestiana, D., 2012. Citra tubuh dan konsep tubuh ideal mahasisei FISIP Universitas airlangga surabaya. Jurnal psikologi, Volume 1. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-01%20Citra%20Tubuh%20Dan%20Konsep%20Tubuh%20Ideal%20Mahasiswi%20FISIP%20Universitas%20Airlangga%20Surabaya+DESI+BESTIANA.pdf

Croll, J., 2005. Body Image And Adolescents : guidelites for adolescent nutrition service. British journal education, p. 155 165. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1467-8527.2005.00302.x

Davidson, C. G., Neale, J. M. & Kring, A. M., 2010. Psikologi Abnormal. Jakarta: Rajawali pers.

Denich, A. U. & Ifdil, 2015. Konsep Body Image Remaja Putri. jurnal konseling dan pendidikan. https://jurnal.konselingindonesia.com/index.php/jkp/article/view/165

Denich, A. U. & Ifdil, 2016. Konsep Kepercayaan Diri Remaja Putri. Jurnal pendidikan Indonesia. https://jurnal.iicet.org/index.php/j-edu/article/view/72/68

Fatimah, E., 2010. psikologi perkembangan (perkembangan perserta didik). Bandung: Pustaka setia.

Fatmawaty, R., 2017. Memahami Psikologi Remaja. Jurnal Reforma.

Faucher, C., 2003. Cognitive Behavior ther-apy as a treatment for body image dis-satisfaction.[Online] Available at: http://www.vardebilt.edu/AnS/psychology/health_psychology/BI_therapy.html

[Accessed 22 November 2018 11.00 WIB].

Fristy, F., 2012. Citra Diri pada Remaja Putri yang mengalami Kecenderungan Gangguan Body dysmorphic disorder. Jurnal Fakultas Psikologi Universita Gunadarma. https://studylibid.com/doc/1136855/citra-diri-pada-remaja-putri-yang-mengalami-kecenderungan

Gufron, M. N. & Risnawati, R., 2010. Teori - teori psikologi. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Hidayat, A. A., 2014. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknis Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Lauster, P., 2002. Tes kepribadian. Jakarta: Bumi aksara.

Malahayati, S., 2010. Super teens: Jadi Remaja luar biasa dengan 1 kebiasaan efektif. Yogyakarta: Gedung Galangpress Center.

Mardatillah, 2010. Pengembangan diri. Balikpapan: STIE Madani.

Nasional, B. P. P., 2018. Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur. [Online] [Accessed 12 January 2018].

Nourmalita, M., 2016. Pengaruh Citra Tubuh terhadap gejala body dysmorphic disorder yang dimediasi Harga diri pada remaja putri. Jurnal Psikologi, p. 10. http://mpsi.umm.ac.id/files/file/546-%20555%20melina.pdf

Nurlita, D. & Lisiswanti, R., 2016. Body dysmorphic disorder. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Nursalam, 2013. Pendekatan praktis metedeologi riset keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Phillips, K., 2009. Understanding Body Dysmorphic Disorder. New York: Oxford University Press.

Phillips, K. A., 2011. Body dysmorphic disorder, In : Clinical Obsessive-Compulsive Disorder in Adults and children. New York: Cambrige University Press.

Rahmania, P. N. & Yuniar, I., 2012. Hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja putri. Jurnal psikilogi klinis dan kesehatan mental, Volume 1. http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/110810014_9v.pdf

Ramadhani, T. N. & Putrianti, F. G., 2014. Hubungan antara kepercayaan diri dengan citra diri pada remaja akhir. jurnal spirit, p. 11. http://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/spirit/article/view/1117

Saddock, K. M., 2010. Sipnosis Psikatri. Jilid 2 ed. Tanggerang: Binapura Aksara.

Santrock, J. W., 2003. Adolescene : Perkembangan remaja. Terjemahan oleh Shinto B. Adelar dan Sherly Siragih ed. Jakarta: Erlangga.

Statistic, B. P., 2015. Survei Remaja putri Jawa timur. [Online] [Accessed 12 Desember 2018 14.00 WIB].

Sugiyono, 2013. Metode Penelitian kuantitatif,kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tito, A., 2014. Hubungan konsep diri dengan body dysmorphic disorder (BDD) pada mahasiswa fakultas psikologi universitas islam negeri (UIN) Maulana malik ibrahim malang angkatan 2012. Jurnal Psikologi. http://etheses.uin-malang.ac.id/1655/12/07410076_Ringkasan.pdf

Watskin, C. E., 2006. Body dysmorphic disorder. Journal of northern country psychiatric associates, baltimore


Refbacks

  • There are currently no refbacks.