EFEKTIVITAS KOMBINASI HIDROTERAPI DAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI GRADE I DI POSYANDU BODROYONO KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

Paska Lia Umi Astuti, Arie Jefry Ka'arayeno, Vita Maryah Ardiyani

Abstract


Hipertensi Grade 1 merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung. Pada lansia sering terjadi penyimpitan penyempitan darah yang mengakibatkan hipertensi. Penatalaksaan hipertensi dapat menggunakan terapi non farmakologi salah satunya hidroterapi dan teknik terlaksasi progresif yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi hidroterapi dan terknik relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi grade 1 di Posyandu Bodroyono Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Sample diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 20 orang. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah pre 106,00 dan tekanan darah post 95,50 dengan selisih rata-rata 10,5. Hasil analisis sebelum dan sesudah diberikan perlakuan kombinasi hidroterapi dan teknik teraksasi progresif diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p value ≤ 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi hidroterapi dan terknik relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi grade 1 di Posyandu Bodroyono Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Saran untuk peneti selanjutnya lebih mengembangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada lansia dan membantu pasien hipertensi untuk menerapkan hidroterapi dan teknik relaksasi progresif dalam kehidupan sehari-hari.

Hypertension Grade I is a common cause of stroke and heart attack. In the elderly there is often a narrowing of blood clots which results in hypertension. Management of hypertension can use non-pharmacological therapy, one of which is hydrotherapy and progressive relaxation techniques that are useful for dilating blood vessels and improving blood circulation. The purpose of this study was to determine the Effectiveness of the Combination of Hydrotherapy and Progressive Relaxation Techniques Against Blood Pressure in Elderly Patients with Grade I Hypertension in Bodroyono Posyandu, Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City. This study used a pre-experimental design with one group pre-post test design. The sample was taken by simple random sampling technique with 20 respondents. Data were analyzed using Wilcoxon test with a significant level of 0.05. The results showed an average blood pressure pre 106.00 and post blood pressure 95.50 with an average difference of 10.5. The results of the analysis before and after given a combination treatment of hydrotherapy and progressive relaxation techniques obtained a significance value of 0.000 (p value ≤ 0.05), so it can be concluded that the combination of hydrotherapy and progressive relaxation techniques effectively affect blood pressure in elderly hypertension sufferers grade I in Bodroyono Posyandu, Merjosari Subdistrict, Lowokwaru Subdistrict, Malang City. Suggestions for researchers further develop the factors that influence blood pressure in the elderly and help hypertensive patients to apply hydrotherapy and progressive relaxation techniques in everyday life.

Keywords: Elderly; Hypertension Grade I; Hydrotherapy; Progressive Relaxation.

Keywords


Hidroterapi dan Relaksasi Progresif; Hipertensi Grade I; Lansia

References


Azizah. 2011. Keperawatan Lanjut Usia. Edisi 1. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Bare & Smeltzer. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &. Suddart (Alih bahasa Agung Waluyo) Edisi 8 vol.3. Jakarta: EGC.

Dilianti, Inggrid Evi, Candrawati, Erlisa dan Catur Adi W, Ragil. 2017. Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Wreda Al- Islah Malang. Nursing News. 2(3) : 193-206.

https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/view/763/604.

Diakses pada tanggal 1 Agustus 2018

Ganong, W.F. 1998. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Review of Medical. Physiology). (Widjajakusumah, M.D. et al. terjemahan). Jakarta: EGC

Hidayat. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika

Hidayat. 2011. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Indraswara, Anggara Dwi, F dan Prayitno, N. 2013. Tekanan Darah Antara Pria dan Wanita yang Mengalami Hipertensi Tingkat II di poliklinik Jantung RSUD Saiful Anwar Malang. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Malang.

https://www.scribd.com/document/344937041/gh.

Diakses pada tanggal 19 April 2018.

Istiqomah. 2017. Pengaruh Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tingkat Tingkat Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

http://digilib.unisayogya.ac.id/2542.

Diakses pada tanggal 21 April 2018.

Perry & Potter. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,. Proses, Dan Praktik, edisi 4, Volume.2. Jakarta: EGC

Priyoto. 2015. Nursing Intervention Classification Dalam Keperawatan Gerontik. Jakarta: Salemba Medika.

Purwanto, B. 2013. Herbal dan Keperawatan Komplementer. Yogyakarta: Nuha Medika.

Tyani, E.S. 2015. Efektifitas Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Esensial, JOM Vol. 2 No. 2. Universitas Riau.

http://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/8270.

Diakses pada tanggal 20 April 2018.

WHO. 2009. Lanjut Usia (Lansia).

http://lpkeperawatan.blogspot.co.id/2013/12/lanjutusialansia.html#.VyVjSU_1R_k.

Diakses pada tanggal 11 April 2018.

Wijaya, A.S. dan Putri, Y.M. 2013. Keperawatan Medikal Bedah I. Yokyakarta: Nuha Medika.

Yogiantoro, M. 2006. Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam. Edisi IV. Jakarta: Selemba Medika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.