PENGGUNAAN PUPUK NITROGENDAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DI TANAH ENTISOL

Fransiskus Xaperius, Titis Adisarwanto, Reza Prakoso Dwi Julianto

Abstract


This study aims to determine the dosage of nitrogen fertilizer and the optimum biochar treatment on the growth of mustard plant pakcoy (Brassica rapa L.) on Entisol soil. The research was conducted at Dukuh Kraguman, Tegalwaru Village, Dau District, Malang Regency, for three months from September to November 2016. The study used Randomized Block Design (RAK) with 13 treatments and repeated 3 times. Observation was done 3 times that is age 25 HST, 35 HST, 45 HST observed variables plant height, leaf area, number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy. The results showed that the use of nitrogen and biochar fertilizers significantly affected the number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy at 45 HST. Provision of nitrogen 100 kg/ha-1 and biochar (30 t/ha-1) spread evenly fertilizers increases the percentage of high growth, leaf area, number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy.


Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk nitrogen dan perlakuan biochar yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah Entisol. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Kraguman, Desa Tegalwaru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, selama tiga bulan mulai September – November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 13 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu umur 25 HST, 35 HST, 45 HST variabel yang diamati tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk nitrogen dan biochar berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy pada 45 HST. Pemberian pupuk nitrogen 100 kg/ha-1 dan biochar (30 t/ha-1) disebar merata meningkatkan persentase pertumbuhan tinggi, luas daun, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy.

Keywords


Pupuk Nitrogen; Tanah Entisol; Biochar; Tanaman Sawi Pakcoy

References


Badan Pusat Statistik. 2017. Luas Tanam, Produksi dan ProduktivitasTanaman Hortikultura Semusim.Diakses pada tanggal 20 Maret 2017.www.bps.go.id.

Balitbang, 2002. Uji Tanah Untuk Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi. Jurnal penelitian Prodising Sirposium Nasional II Tumbuhan Obat dan Aromatik. Halaman 298-304.

Bane, F., 2012. Pengaruh Pemberian Arang Sekam dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi. Universitas Hasanuddin Makasar, Makasar.

Cahyono, B. 2003.Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau. Yayasan Pustaka Nusantara, Jakarta.

Chan KY, Van Zwieten L, Meszaros I, Downie A, and Joseph S. 2007. Agronomic Values of Greenwaste Biochar as a Soil Amendment. Australian Journal of Soil Research 45(8): 629-634.

Erawan, D.W.O. Yani dan A. Bahrun. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Pada Berbagai Dosis Pupuk Urea.Vol. 3 No. 1. Hal 19-25.

Gani, A. 2009. Iptek Tanaman Pangan (ISSN 1907-4263) Vol.4 No.1, Juli 2009. p. 33-48.

Lakitan, B. 2002. Hortikultura : Teori Budidaya Pasca Panen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hal 219.

Lehmann, J., J. Gaunt, and M. Rondom. 2006. Biochar soil management on highly weathered soils un the humid tropic. P: 517-530 in Biological Approac to sustainable soil System (Norman Uphoff ett al ads). Taylor & Francis Group PO Box 409267 Atlanta, GA 30384-9267.

Lingga, P. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Edisi Revisi Penebar Swadaya. Jakarta.

Lingga, P., dan Marsono. 2001. Pupuk Akar dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta

Manurung, R. 2013. Pembuatan Selulosa Asetat dari a-Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit Vol. 2, No. 3. Universitas Sumatera Utara : Medan.

Santi, L. P., Dan D. H. Goenadi. 2012. Pemanfaatan Biochar Asal Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Bahan Pembawa Mikroba Pemantap Agregat. Vol. 12 No 1 Hal: 7-14.

Santi, L. P., Dan D. H. Goenadi. 2010. Pemanfaatan Bio-char Sebagai Pembawa Mikroba Untuk Pemantap Agregat Tanah Ultisol Dari Taman Bogo Lampung. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan. Bogor.

Shenbagavalli, S. and Mahimairaja, S. 2012. Production and characterization of biochar from different biological wastes.International Journal of Plant, Animal, and Environmental Sciences 2 (1) : 197 – 201.

Subagyo, H., S. Nata dan A. B. Siswanto. 2011. Tanah-Tanah Pertanian di Indonesia dalam Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian, departemen pertanian. Bogor.

Sukartono. 2011. Pemanfaatan Biochar Sebagai Amandemen Tanah Untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Air dan Nitrogen Tanaman Jagung Di Lahan Kering Lombok Utara. Laporan Hasil Penelitian Disertasi Doctor.Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.

Sumarni, N, Rosliani, R, Basuki, RS & Hilman, Y 2012, ‘Respons tanaman bawang merah terhadap pemupukan fosfat pada beberapa tingkat kesuburan lahan ( Status P – Tanah )’, J. Hort., vol. 22, no. 2, hlm.130-38.

Sutedjo, M. M.2002. pupuk dan cara pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta

Steiner C, Teixeira WG, Lehmann J, Nehls T, Macedo JLV, Blum WEH, and Zech W. 2007. Long Term Effects of Manure, Charcoal and Mineral Fertilization on Crop Production And Fertility on A Highly Weathered Central Amazonian Upland Soil. Plant and Soil 291: 275-290 . Research and Prospects. Soil Ecology Res Dev: p. 1-6.

Tarigan, K. 2009. Pengaruh pupuk terhadap Optimasi Produksi Padi Sawah. Univer-sitas Sumatra Utara, Medan.

Tambunan, S , Eko Handayanto, Bambang Siswanto 2014. Pengaruh Aplikasi Bahan Organik Segar Dan Biochar Terhadap Ketersediaan P Dalam Tanah Di Lahan Kering Malang Selatan. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 1 No 1 : 89-98, 2014 . Universitas Brawijaya, Malang

Wahyudi. 2010. Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Agromedia Pustaka. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.