HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI KOTA MALANG

Dorkas Tange Wini, Esti Widiani, Wahidyanti Rahayu H.

Abstract


Anak retardasi mental perlu mendapatkan dukungan keluarga sebagai sumber semangat dan motivasi sehingga anak bisa secara mandiri melakukan perawatan diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 orang dengan penentuan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental. Metode analisa data yaitu uji Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Berupa hasil penelitian membuktikan sebagian besar (67,5%) keluarga (orang tua) memberikan dukungan cukup pada anak retardasi mental dan hampir setengahnya (42,5%) anak retardasi mental memiliki kemandirian perawatan diri cukup. Hasil uji Spearman Rank didapatkan p-value = (0,003) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka cara meningkatkan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental dengan memberikan dukungan keluarga seperti tindakan latihan di rumah berupa cara makan mandiri, berpakaian mandiri dan melakukan kebersihan badan mandiri.

ABSTRACT

Child mental retardation needs to get family support as a source of spirit and motivation so that children can independently perform self-care. The purpose of research to determine the relationship of family support with self-reliance of self-care in children mental retardation in SDLB Negeri Malang. The research design used correlation design with cross sectional approach. The sample of this study were 40 people with determination using total sampling. Data collection techniques used the instrument in the form of family support questionnaires and self-reliance of child self-care mental retardation. Data analysis method that is used is Spearman Rank test by using SPSS. The results showed that most of (67.5%) families (parents) gave sufficient support to children with mental retardation and nearly half of (42.5%) children with mental retardation had sufficient self-care independence. Spearman Rank test results obtained p-value = (0.003) <(0.050) so that H1 is accepted, meaning there is a significant relationship of family support with self-reliance of self-care in children mental retardation in SDLB Negeri Malang. Based on the results of the study then how to improve self-reliance in the child's mental retardation by providing family support such as home exercise in the form of self-feeding, self-dressed and performing self-care hygiene.

Keywords : Child mental retardation; family support; self-reliance self-care.

Keywords


Anak retardasi mental; dukungan keluarga; kemandirian perawatan diri.

References


Arfandi, Z. 2014. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kemampuan Perawatan Diri pada Anak Retardasi Mental di SLB Negeri Ungaran. Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Ngudi dalam http://perpusnwu.web.id/karyail miah/documents/3580.pdf Diakses pada tanggal 1 Maret 2017.

Christensen, J. 2009. Proses Keperawatan : Aplikasi Model Konseptual. Jakarta : EGC.

Eko, K. 2011. Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kemampuansosialisasianakretardasimental. Jurnal Keperawatan (Vol. 2, No. 1): Universitas Diponegoro Semarang. http://eprints.undip.ac.id/55200/2/MIKE_SAELI_ELIS_HARTATI_SKRIPSI.pdf. Diakses tanggal 26 November 2017.

Efendi, M. 2008. Pengantar Psikopedagonik Anak Berkelainan. Jakarta : Bumi Aksara.

Maramis. 2009. Ilmu Kedikteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Press.

Moeljono. 2007. Kesehatan Mental, Konsep dan Penerangan. Malang : UMM press.

Muchayaroh. 2002. Masalah Anak Retardasi mental. http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/dxm/article/view Diakses tanggal 26 November 2017.

Setiadi. 2008. Konsep & Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu

Somantri. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Aditama

Supartini. 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.

Widyartanty. 2009. “Hubungan Pemberian Motivasi Keluarga Terhadap Kemampuan Merawat Diri Pada Anak Tunagrahita di SDLB Putra Jaya. Jurnal Keperawatan (Vol. 4, No. 1): Universitas Gersik http://journal.unigres.ac.id/index.php/JNC/article/view/28 Diakses tanggal 26 November 2017.

William, S.2004. Pedoman Klinis Pediatri. Jakarta : EGC


Refbacks

  • There are currently no refbacks.