EFEKTIVITAS PENERAPAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Mira Pratiwi, Tanto Hariyanto, Vita Maryah Ardiyani

Abstract


Hipertensi adalahsuatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat untuk sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya,sehingga terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari satu periode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penerapan terapi relaksasi nafas dalam dan terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 penderita hipertensi dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan sebanyak 30 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji paired t test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum diberikan terapi nafas dalam seluruh (100%) responden memiliki hipertensi tahap 2, namun setelah melakukan terapi nafas dalam separuh (50%) responden mengalami hipertensi tahap 1. Sedangkan sebelum diberikan terapi otot progresif seluruh (100%) responden mengalami hipertensi tahap 2, namun setelah melakukan terapi otot progresif kurang dari separuh (40%) responden mengalami hipertensi tahap 1. Hasil uji paired t test membuktikan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dengan sesudah diberikan relaksasi nafas dalam dan terapi relaksasi otot progresif terhadap hipertensi dengan p value relaksasi nafas dalam = (0,000) < (0,050) dan p value relaksasi otot progresif = (0,000) < (0,050). Penderita hipertensi perlu melakukan salah satu kegiatan yang mudah seperti relaksasi nafas dalam atau terapi relaksasi otot progresif secara teraturdalam situasi yang tenang atau sebelum tidur untuk penyembuhan hipertensi.

ABSTRACT

Hypertension is a disorder of the blood vessels that results in the supply of oxygen and nutrients, which are carried by the blood, is hampered to the body's tissues that need it, resulting in an abnormal increase in blood pressure in the arteries continuously for more than one period. The aim of research to determine the effectiveness of the application of deep breathing relaxation therapy and progressive muscle relaxation therapy on blood pressure in patients with hypertension in the village of Malang Regency Pagersari Ngantang.The study design using a quasi-experimental design using the approach of non-randomized control group pretest posttest design. The population in this study were 60 patients with hypertension with the determination of the sample using purposive sampling so that the sample used as many as 30 people. Data collection techniques used were questionnaires. Data analysis method used is test paired t test using SPSS.The research proves before therapy is given to breath in more than half (60%) of respondents have hypertension stage 2, but after the breath therapy in the half (50%) of respondents have hypertension stage 1. While before therapy is given progressive muscle more than half (60% ) of respondents have hypertension stage 2, but after doing progressive muscle therapy less than half (40%) of respondents have hypertension stage 1. the test results paired t test to prove there is a difference in blood pressure before the given relaxation after deep breathing and progressive muscle relaxation therapy against hypertension with deep breathing relaxation p value = (0.000) <(0.050) and p value = progressive muscle relaxation (0.000) <(0.050). hypertensive patients need to do one simple activities such as relaxation deep breathing or progressive muscle relaxation therapy regularly in quiet situations or before going to bed to cure hypertension.

Keywords : Hypertension; Relaxation Therapy Breath In; Progressive Muscle Relaxation Therapy

Keywords


Hipertensi; Terapi Relaksasi Nafas Dalam; Terapi Relaksasi Otot Progresif.

References


American Hypertension Association. 2006. Alternative Treatments Hypertension.http://healthlibrary.epnet.com/print. Diakses pada tanggal 19 Agustus 2016.

Dinas Kesehatan Jawa Timur. 2010. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur,2010. http://dinke`s.jatimprov.go.id. Diakses pada Tanggal 21 Agustus 2016 pukul 09.11 WIB.

Erviana, A 2009. Perngaruh Pemberian Tehnik Relaksasi Terhadap Penurunan Hipertensi Di Desa Tulangan Kecamatan Pracimantaro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Jurnal Ners 1(2).

Potter dan perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 4. Jakarta: EGC.

Purwanto, B. 2013. Herbal dan Keperawatan Komplementer. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sheps. 2005. Mengatasi tekanan darah tinggi. Jakarta : Intisari Mediatama.

Smeltzer Suzanne C, Bare Brenda G, 2002. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Vol. 1. Jakarta: Kedokteran EGC.

Susilo, Y. & Wulandari, A. 2011. Cara jitu mengenal darah tinggi (hipertensi). Yogyakarta: ANDI.

Triyanto, E.,2010. Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu.Yogyakarta: Graha Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.