HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS DINOYO MALANG

Zahra Ipaenin, Sri Mudayatiningsih, Pertiwi Perwirangningtyas

Abstract


ASI eksklusif adalah bayi diberi ASI saja pada usia 0-6 bulan tanpa pemberian apapun, termasuk susu formula, air gula, madu, air putih, atau makanan tambahan apapun. Proses pemberian ASI eksklusif perlu di dukung oleh peran keluarga dalam mengingat, memberi perhatian dan menginformasikan kepada ibu pentingnya ASI untuk tumbuh kembang bayi. Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2013 mengemukakan cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia sebesar 61,5%, sehingga perlu di tingkatkan. Tujuan penelitian untuk dapat mengetahui tingkat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi di Puskesmas Dinoyo Malang. Desain penelitian mengunakan korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia 0-6 bulan yang diberi ASI, berjumlah 60 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Fisher's Exact. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruhnya 25 (83,3%) ibu mendapatkan dukungan keluarga baik untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi dan lebih dari separuh 19 (63,3%) bayi diberikan ASI eksklusif baik. Hasil uji Fisher's Exact didapatkan p value = (0,004) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Dinoyo Malang. Saran bagi keluarga diharapkan peran serta aktif pasangan atau suami untuk memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif karena kesuksesan menyusui bukan merupakan tanggung jawab salah satu pihak melainkan tanggung jawab bersama suami dan istri. Keluarga bertanggung jawab untuk melakukan komunikasi dan memberikan dukungan yang baik dalam memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis ibu menyusui.

Exclusive breastfeeding is only breastfed babies at 0-6 months of age without giving anything, including formula milk, sugar water, honey, plain water, or any additional food. The process of exclusive breastfeeding needs to be supported by the role of the family in remembering, paying attention and informing the mother the importance of breastfeeding for baby's growth and development. Based on data from the Republic of Indonesia Ministry of Health in 2013, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia was 61.5%, so it needs to be improved. The research objective was to determine the level of relationship between family support and exclusive breastfeeding for infants at Dinoyo. The population in this study were breastfeeding mothers with infants aged 0-6 months, totaling 60 people. The research sample was determined by simple random sampling technique with a total sample of 30 people. The data collection instrument used was a questionnaire. The data analysis method used is the Fisher's Exact test. The results showed that almost all 25 (83.3%) mothers received good family support to provide exclusive breastfeeding to infants and more than half 19 (63.3%) babies were given exclusively good breastfeeding. Fisher's Exact test results obtained p value = (0.004) <(0.050) so that it can be concluded that there is a relationship between family support and exclusive breastfeeding to infants at Dinoyo Malang Public Health Center. Suggestions for families are expected to be an active participation of a partner or husband to provide support for exclusive breastfeeding because the success of breastfeeding is not the responsibility of either party but the joint responsibility of husband and wife. The family is responsible for communicating and providing good support in meeting the physical and psychological needs of nursing mothers.

Keywords: breastfeeding; family support

Keywords


ASI Ekslusif ; Dukungan Keluarga

References


Baskoro. 2008. Penuntun Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Cetakan 1, Edisi 2. Jakarta : Trans Info Media.

Cahyani. 2012. Bedah Asi. Jakarta: Balai Pustaka FKUI.

Depkes RI. 2009. Profil Depkes RI 2009. Jakarta : Depkes RI.

Dinkes Kabupaten/Kota Malang. 2013. Risetkesehatan dasar tahun 2013. dihttp://www.riskesdas.litbang.depkes.go.id/laporan2013/. Diakses pada tanggal 18 Februari 2017.

Fithananti. 2013. Psikologi Sosial. edisi kedua. Bandung: Refika Aditama.

Khasanah. N. 2010. ASI atau Susu Formula. Yogyakarta: Flashbook.

Nugroho, Taufan, 2011. ASI dan Tumor Payudara. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nurlinawati. ‎2015. Dukungan Keluarga Terhadap Prilaku Ibu Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Kota Jambi. Jurnal Kesehatan 1 (2). Universitas Jambi. Diakses di https://online-journal.unja.ac.id/index.php/kedokteran. Diakses pada tanggal 02 Maret 2017.

Riksani. 2012. Mengenal ASI Eksklusif Seri 1. Jakarta : Trubus Agriwidya.

Roesli. 2012. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.

Zainudin 2010. Psikologi Sosial, Individu dan teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.