PENGARUH TERAPI SUPPORTIF GROUP TERHADAP KEMAMPUAN MENGHARDIK PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN

Evania Rambu Tatu Wadang, Sirli Mardianna Trishinta, Swaidatul Masluhiya AF

Abstract


Gangguan jiwa merupakan gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya perilaku dan persepsi salah satunya seperti halusinasi pendengaran. Terapi supportif group merupakan terapi yang diberikan kepada pasien halusinasi pendengaran secara berkelompok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi supportif group terhadap kemampuan menghardik pada pasien halusinasi pendengaran di Puskesmas Bantur Malang. Desain penelitian mengunakan desain quasi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 pasien halusinasi pendengaran dengan penentuan sampel penelitian menggunakan accidental sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 pasien yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi kemampuan menghardik. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji wilcoxon dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kemampuan menghardik sebelum diberikan terapi supportif group hampir seluruhnya (86,7%) responden dari kelompok perlakuan dan hampir seluruhnya (80,0%) responden dari kelompok kontrol mengalami kemampuan menghardik kurang pada pasien halusinasi pendengaran, sedangkan kemampuan menghardik sesudah diberikan terapi supportif group hampir seluruhnya (80,0%) responden dari kelompok perlakuan mengalami kemampuan menghardik cukup dan sebagian besar (73,3%) responden dari kelompok kontrol mengalami kemampuan menghardik kurang pada pasien halusinasi pendengaran. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value= (0,003) <(0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi supportif group terhadap kemampuan menghardik pada pasien halusinasi pendengaran di Puskesmas Bantur Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan peneliti selanjutnya memberikan variasi dalam pemberian terapi supportif group seperti membuat seni (kotak tisu dari kardus) secara berkelompok sambil menjelaskan cara menghardik sehingga meningkatkan interaksi antar pasien dan mampu menolak halusinasi yang muncul.
Mental disorders are brain disorders that are characterized by disruption of behavior and perception such as auditory hallucinations. Supportive group therapy is a therapy given to auditory hallucinations patients in groups. The purpose of this study was to determine the effect of supportive group therapy on the ability to rebuke hearing hallucinations in Puskesmas Bantur Malang. The study design uses a quasi experimental design. The population in this study was 33 patients with auditory hallucinations by determining the study sample using accidental sampling so that the study sample was obtained as many as 30 patients divided into 2 groups: 15 treatment groups and 15 control groups. The technique of collecting data uses instruments in the form of observation sheets to rebuke. Data analysis method used is Wilcoxon test using SPSS. The results prove that the ability to rebuke before being given supportive group therapy is almost entirely (86.7%) of respondents from the treatment group and almost all (80.0%) of the control group experienced less rebuking ability in hearing hallucinatory patients, while the ability to rebuke after being given therapy almost all supportive groups (80.0%) of respondents from the treatment group experienced sufficient rebuking ability and the majority (73.3%) of the control group respondents experienced less rebuking ability in hearing hallucinatory patients. Wilcoxon test results obtained p value = (0.003) <(0.05) so that it can be concluded that there is an effect of supportive group therapy on the ability to rebuke hearing hallucinations in patients at Bantur Public Health Center Malang. Based on the results of the study it is expected that further researchers provide variations in the provision of supportive group therapy such as making art (tissue boxes from cardboard) in groups while explaining how to rebuke so as to increase interaction between patients and be able to resist hallucinations that arise.

Keywords: Disturb the Soul; Rebuke; Hearing Hallucinations; Supportive Group

Keywords


Gangguam Jiwa; Kemampuan Menghardik; Halusinasi Pendengaran; Supportif Group

References


Brabender, V. A., Fallon, A. E., & Smolar, A. I. 2014. Essentials of Group. Therapy. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Dinkes Kabupaten Malang. 2017. Gangguan Jiwa di Malang. https://news.okezone.com/read/2017/11/20/340/1817427/inspiratif-kisah-soebagijono-bebaskan-puluhan-penderita-gangguan-jiwa-dari-pemasungan. Diakses pada tanggal 25 Juli 2019.

Emilyani, D. 2017. Peningkatan Kemampuan Mengendalikan Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia Dengan Terapi Aktivitas Kelompok Menggunakan Pendekatan Health Belief Model Di Rumah Sakit Jiwa Propinsi NTB. Jurnal Ilmiah Kesehatan 2 (1). Poltekkes Mataram. https://www.poltekkes-mataram.ac.id/wp-content/uploads/2015/08/5.-artikel-desty-edit-2.pdf. Diakses pada tanggal 25 Juli 2019.

Handayani, D., Sriati, A., & Widianti, E., 2013. Tingkat Kemandirian Pasien Mengontrol Halusinasi setelah Terapi Aktivitas Kelompok. Jurnal Keperawatan 1 (1). Universitas Padjadjaran. http://jkp.fkep.unpad.ac.id/index.php/jkp/article/view/52. Diakses pada tanggal 03 Agustus 2019.

Kaplan & Sadock. 2014. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Keliat & Akemat. 2013. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Jakarta : EGC.

Kemenkes RI. 2017. Peran Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa Masyarakat. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html. Diakses pada tanggal 25 Juli 2019.

Muflih, Syafiqul M. & Husna, Anis R. 2015. Effect Of Stimulation Therapy Group Activities Playing With Snakes Ladders Perception Of Decrease Frequency Of Hallucinations In Schizophrenic Patients. Jurnal The Sun. 2 (2). Universitas Muhammadiyah Surabaya. http://fik.um-surabaya.ac.id/sites/default/files/Artikel%206_1.pdf. Diakses pada tanggal 25 Juli 2019.

Muhith, Abdulah. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Riyadi, S. & Purwanto, T. 2014. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Stuart & Sundeen. 2015. Keperawatan Jiwa. (Alih bahasa: Achir Yani S. Hamid). Edisi 3. Jakarta : EGC.

Sutinah. 2016. Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Dan Tak Stimulus Persepsi Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi. Jurnal Ipteks Terapan. 10 (3). STIKES Harapan Ibu Jambi. http://dx.doi.org/10.22216/jit.2016.v10i3.1260. Diakses pada tanggal 25 Juli 2019.

Videdeck, Sheila L,. 2013. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Wahyuni, Sri E., Keliat, Budi, A., Yusron & Susanti, H., 2011. Penurunan Halusinasi Pada Klien Jiwa Melalui Cognitive Behavior Theraphy. Jurnal Keperawatan Indonesia 14 (3). Universitas Indonesia. http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/66. Diakses pada tanggal 02 Agustus 2019.

Waloyo Agus, Dyah Widodo, dan Wahidyanti Rahayu H. 2017. Hubungan Pola Asuh Keluarga Dengan Kemampuan Sosialisasi Pada Klien Skizofrenia Di Yayasan As-Syifa Rehabilitasi Jiwa Di Kabupaten Jombang. Nursing News. 2 (3) Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/download/681/542. Diakses pada tanggal 25 Juli 2019.

WHO. 2017. Mental disorders fact sheets. World Health Organization. http://www.who.int/topics/mental_health/factsheets/en/. Diakses pada tanggal 26 September 2018.

Yahi. A. & Hamid. 2017. Bunga Rampai Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC

Yosep, I. 2015. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: Refika Aditam


Refbacks

  • There are currently no refbacks.