EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OPERASI DI RSUD WAIKABUBAK SUMBA BARAT-NTT

Yedetia Yublina Bobo, Vita Maryah Ardiyani, Dudella Desnani Firman Yasin

Abstract


Tindakan peningkatan peristaltik usus pada pasien post operasi yaitu dengan melakukan mobilisasi dini berupa latihan di tempat tidur atau berpindah ke tempat tidur lainnya yang bermanfat untuk merangsang peristaltik dan kelancaran flatus. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektivitas Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus Pada Pasien Post operasi di RSUD Waikabubak Sumba Barat NTT. Desain penelitian mengunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent pretest-posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 275 pasien dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 40 pasien post operasi dengan pembagian sebanyak 20 orang kelompok perlakuan dan sebanyak 20 orang kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji wilcoxon sign test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum dilakukan mobilisasi dini keseluruhan (100%) responden belum mengalami peristaltik usus dan sesudah dilakukan mobilisasi dini sebagian besar (60,0%) responden mengalami percepatan peristaltik usus. Hasil uji wilcoxon sign test didapatkan p value= (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada efektivitas mobilisasi dini terhadap peningkatan peristaltik usus pada pasien pasca operasi di RSUD Waikabubak Sumba Barat NTT. Berdasarkan hasil penelitian untuk mempercepat peristaltik usus pasien post operasi perlu melakukan mobilisasi dini. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan para peneliti mengkaji kembali factor-faktor yang mempengaruhi peristaltic usus seperti sistem saraf dan hormon, hal ini mempengaruhi sistem saraf dan hormone terhadap peristaltik usus pasca operasi.

Increased intestinal peristaltic action in postoperative patients is by early mobilization in the form of exercise in bed or move to another bed that is useful to stimulate peristaltic and smooth flatus. Research to determine the effectiveness of early mobilization to the increase of intestinal peristalsis in patients post-surgery in hospitals NTT West Sumba Waikabubak. The study design using Quasi experiment with approach nonequivalent pretest-posttest control group design The population in this study as much of 275 patients with sampling studies using Purposive sampling So that got sample of research as many as 40 patient post operation with a division of 20 people the treatment group and the control group of 20 people. Technique used observation sheet instruments analysis method used is test Wilcoxon test sign test Using SPSS. Results of research conducted early mobilization proved before the whole (100%) of respondents have not experienced intestinal peristalsis and after the early mobilization majority of (60.0%) of respondents to accelerate intestinal peristalsis. Test results Wilcoxon sign test Obtained p value = (0.000) < (0.050) It can be concluded that there is the effectiveness of early mobilization to the increase of intestinal peristalsis in patients post-surgery in hospitals NTT West Sumba Waikabubak. Based on the results of research to accelerate intestinal peristalsis postoperative patients need to perform early mobilization.

Keywords: Early Mobilization; Post Patient Operation; Peristaltic Improvement of Intestine

Keywords


Mobilisasi Dini; Pasien Post Operasi; Pemulihan Peristaltik Usus

References


Ajidah & Yusran, H. 2014. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peristaltic Usus Pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi di Ruang Rawat Inap RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makasar. Jurnal Kesehatan STIKes Hasanuddin Makasar (Vol. 3 No. 6). Diakses di http://www.skripsistikes.com tanggal 21 Februari 2017.

Baradero, M. 2008. Keperawatan Perioperatif . Jakarta : EGC

Barbara C. 2002. Perawatan Medical Bedah (Suatu Pendekatan Proses Keperawatan) Bandung: Yayasan IAPK.

Burkitt, H. 2007. Appendicitis In Essential Surgery Promblems, Diagnosa, & Management. Fourth Edition London: Elsevier

Brunner & Suddarth. 2007. Keperawatan Medikal Bedah (Edisi 8). Jakarta : EGC

Cetrione. 2009. Tahap-Tahap Mobilisasi Pada Pasien Pasca Bedah. Jakarta :EGC

Dewi, N. 2008. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus Pada Pasien Norkose Umum. Jurnal Kesehatan STIKes Hasanuddin Makasar (Vol. 1 No. 4). Diakses di http://www.skripsistikes.com tanggal 21 Februari 2017.

Gallagher, C. 2004. Pemulihan Pascaoperasi Caesar. Jakarta : Erlangga.

Guyton, A. 2008. Buku Ajar-Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC

Jitowiyono & Kristiyanasari, 2010. Asuhan Keperawatan Operasi. Yogyakarta : Nuha Medika

Kozier. 2004. Foundamentals Of Nursing Consepts Process, And Practice. New Jersey: Pearson Prentise Hall.

Majid, A. 2011. Keperawatan Perioperatif. Edisi 1. Yogyakarta: Goysen Publishing.

Ngalim, P. 2007. Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis. Bandung : Remaja Karya

Puspit, S. 2013. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peningkatan Peristaltic Usus Pad Pasien Post Operasi. Jurnal Medica Majapahit (Vol. 5. No. 1). Diakses di http://www.skripsistikes.com tanggal 21 Februari 2017.

Potter & Perry 2010. Fundamental keperawatan buku 3 edisi 7. Jakarta : Salemba Medika

Potter, P. A., & Perry, A. G. 2012. Buku Ajar Fundamental, Konsep, Proses, Dan Praktik. Jakarta : EGC

Sjamsuhidajat. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC

Smeltzer, G. 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC


Refbacks

  • There are currently no refbacks.