PERBEDAAN EFEKTIVITAS HIDROTERAPI METODE RENDAM AIR DENGAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF (ROP) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU

Aprianus Bhoja, Arie Jefry Ka'arayeno, Ani Sutriningsih

Abstract


Hidroterapi dan relaksasi otot progresif dapat menurunkan tekanan darah namun belum diketahui efektivitas dari dua terapi tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan efektivitas hidroterapi metode rendam air dengan relaksasi otot psrogresif (ROP) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang. Desain penelitian yang digunakan quasi eksperiment. Teknik Sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel sebanyak 34 responden. Pengumpulan data menggunakan alat sphymomanometer. Analisis untuk tiap intervensi menggunakan uji paired t test dengan hasil bahwa hidroterapi dan relaksasi otot progresif didapatkan nilai signifikansi 0,000 dan untuk nilai α adalah 0,05 yang berarti terdapat pengaruh dari hidroterapi dan relaksasi otot progresif terhadap lansia penderita hipertensi di posyandu desa landungsari kecamatan dau malang sedangkan untuk mengetahui perbedaan efektivitas kedua terapi menggunakan uji independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sistole hidroterapi sebesar 14,117 dengan nilai signifikan 0,000 sedangkan ROP sebesar 9.411 dengan nilai signifikan 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa hidroterapi lebih besar mengalami penurunan jika dibandingkan dengan relaksasi otot progresif.

Hydrotherapy and progressive muscle relaxation are claimed as a therapy method which could be reduced the blood pressure, however, the effectiveness of these two therapies method needs to be definited. This current research aimed to figure out the difference between the effectiveness of the hydrotherapy water soak method with progressive muscle relaxation (ROP) to reduce blood pressure at the elderly who have hypertension at the Integrated Healthcare Center Landungsari, sub-district Dau The current research used quasi-experimental as its research design. This research used Simple Random sampling as the sampling technique, and there were 34 respondents. In order to collect the data, the researcher used a sphygmomanometer as the tool to gain the necessary data. Analysis for each intervention used paired t-test with the result that hydrotherapy and progressive muscle relaxation obtained a significance value of 0,000 and for the value of α was 0.05, which means that there is an influence of hydrotherapy and progressive muscle relaxation to the elderly with hypertension at Integrated Healthcare Center Landungsari, sub-district Dau whereas to determine the difference about the effectiveness of the two therapies was using the independent t-test. The results showed that the average hydrotherapy systole was 14.117 with a significant value of 0.000 while the ROP was 9,411 with a significant value of 0,000. This shows that hydrotherapy is greater when compared to progressive muscle relaxation.

Keywords: Hypertension, Hydrotherapy, Water Soak Method, Progressive Muscle Relaxation.

Keywords


Hipertensi; Hidroterapi; Metode Rendam Kaki; Relaksasi Otot Progresif

References


Balitbangkes Kemenkes RI. 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI.

Buston. 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta.

Darmadi, H. 2017. Hidup Sehat dengan Terapi Wudhu. Yogyakarta: Diandra Kreatif.

Dilianti, Ingrid Evi. 2017. Efektifitas Hidroterapi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Wreda Al-Islah Malang. Nursing News, Vol.2, No.3. https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/viewFile/579/464. Online, Akses Tanggal 4 Januari 2019. Pk. 16:09.

Infodatin Kemenkes RI 2016. Situasi Lanjut Usia di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Dinkes Jatim. 2017. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2016/15_Jatim_2016.pdf. Online, Akses Tanggal 4 Januari 2019. Pk. 10:28.

Kemenkes RI. 2017. Sebagian Besar Penderita Hipertensi tidak Menyadarinya. Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/print/17051800002/sebagian-besar-penderita-hipertensi-tidak-menyadarinya.html. Akses Tanggal 15 Mei 2019, Pk.10:50.

Notoattmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku kesehatan Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Marliani, Lili., dan Tantan H.S. 2013. 100 Question & Answers Hipertensi. Jakarta: Gramedia.

Potter, P.A & Perry, 2010. Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Vol 2, Jakarta: Salemba Medika.

Prasetyaningrum,Yunita Indah. 2014. Hipertensi Bukan untuk Ditakuti. Jakarta: Fmedia.

Pusdatin Kemenkes RI. 2014. Infodatin Hipertensi. Jakarta: Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

Pusdatin Kemenkes RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

Rochmawati, Dwi Heppy. 2015. Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kecemasan. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung. https://www.academia.edu/18616682/Teknik_progresif. Akses Tanggal 5 Jun 2019, Pk.06:29.

Susanto, Ermawan. 2008. Olahraga Renang sebagai Hidrotherapy dalam Mengatasi Masalah-Masalah Kesehatan. Medika, Vol.IV, No.2. https://journal.uny.ac.id/index.php/medikora/article/viewFile/4815/4169. Akses Tanggal 5 Jun 2019, Pk.06:27.

Tyani, Endar Sulis., Utomo, Wasisto., Yesi, Hasneli, N. 2015. Efektifitas Relaksasi Otot Progresif terhadap Tekanan Darahpada Penderita Hipertensi Esensial. JOM, Vol.2, No.2. https://media.neliti.com/media/publications/187694-ID-none.pdf. Online, Akses Tanggal 4 Januari 2019. Pk. 11:45.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.