HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN POST OPERASI DI RUANG RAWAT INAP RSIA IPHI BATU

Fransiska Bani, Ni Luh Putu Eka Sudiwati, Novita Dewi

Abstract


Komunikasi terapeutik menjadi sangat penting untuk seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan karena memiliki manfaat. Manfaat dari komunikasi terapeutik untuk menjalin hubungan baik perawat dan pasien. Proses komunikasi yang baik dapat membantu dalam mengatasi Persoalan yang dihadapi oleh pasien pada tahap perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien post operasi di ruang rawat inap RSIA IPHI Batu. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien post operasi di ruang Rawat Inap RSIA IPHI Batu sebanyak 56 orang dan sampel penelitian menggunakan insidental sampling yaitu sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik perawat seluruh responden dikategorikan baik yaitu sebanyak 34 orang (100%), kepuasan pasien seluruh responden dikategorikan sangat puas yaitu sebanyak 34 orang (100%), dan hasil analisis data menggunakan uji pearson product moment nilai signifikan sebesar 0,007 (p value ≤ 0,05) yang artinya terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien post operasi di ruang rawat inap RSIA IPHI Batu. Petugas kesehatan khususnya perawat untuk tetap memperhatikan komunikasi terapeutik dengan pasien, baik fase orientasi, fase kerja maupun fase terminasi, karena ketiga fase ini selalu berhubungan dengan pasien sehingga dapat memberikan dampak persepsi bagi pasien berupa kepuasan.

Therapeutic communication becomes very important for a nurse in providing nursing care because it has benefits. The benefits of therapeutic communication are to encourage and encourage collaboration between nurses and patients through the relationship of nurses and patients. A good communication process can provide understanding of patient behavior and help in overcoming problems faced at the stage of care. The purpose of this study was to determine the therapeutic communication of nurses to the satisfaction of postoperative patients in the inpatient ward of RSIA IPHI Batu. The design of this study was conducted using a correlational method to determine the relationship between therapeutic communication and patient satisfaction. The population in this study were all postoperative patients in the Inpatient Room of the RSIA IPHI Batu as many as 56 people and the study sample used incidental sampling ie as many as 34 people. The results showed that therapeutic communication of nurses of all respondents was categorized as good as many as 34 people (100%), patient satisfaction of all respondents categorized as very satisfied, namely as many as 34 people (100%), and the results of data analysis using Pearson product moment test significant value of 0.007 (p value ≤ 0.05) which means that there is a relationship between therapeutic communication of nurses to the satisfaction of postoperative patients in the inpatient room of RSIA IPHI Batu. Thus health workers, especially nurses, always pay attention to communication with patients, especially therapeutic communication orientation phase, work phase, termination phase, because these three phases are always related to patients so that they can have a perception effect for patients in the form of satisfaction.

Keywords: Patient Satisfaction; Therapeutic Nurse Communication.

Keywords


Kepuasan Pasien; Komunikasi Terapeutik Perawat

References


Damaiyati, Mukhripah. 2010. Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan. Jakarta: Refika Aditama.

Gerson, 2004. Konsep Dasar Kepuasan Pasienhttp://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/131/jtptunimus-gdl-sutianings-6518-3-4.babi-x.pdf.di akses tanggal 30 januari 2017

Hajarudin. 2014. Hubungan antara Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta. Naskah Publikasi, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Machfoedz, M. 2009. Komunikasi Keperawatan : Komunikasi Terapeutik. Yogyakarta: Gambika.

Meidiana, D. 2008. Keperawatan Dasar Konsep ”Caring”, Komunikasi, Etik dan Spiritual dalam pelayanan keperawatan. Semarang: Hasani.

Mukhripah, D. 2008. Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan. Bandung: PT. Refika Aditama.

Murwani, I., dan Istichomah. 2009. Komunikasi terapeutik panduan bagiperawat. Yogyakarta: Fitramaya.

Ningsih, Penti Sari. 2015. Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas III RS PKU Muhammadiyah Yohyakarta Unit II. Naskah Publikasi, Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘aisyiyah, Yogyakarta.

Nofiana, Hendri dan Sri Sugiarsi. 2011. Hubungan Mutu Pelayanan Pendaftaran dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Jurnal Kesehatan, ISSN.1979-9551, VoL. V. NO.1, Maret 2011, Hal 90-106.

Nugroho, Haryanto Adi., dan Septyani Aryati. 2009. Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Islam Kendal. FIKkeS, Jurnal Keperawatan, Vol.2, No.2, Maret 2009: 36-41.

Priyanto, A. 2009. Komunikasi dan Konseling. Jakarta: Salemba Medika.

Rorie, Priscylia A.C., Linnie Pondaag dan Rivwlino S. Hamel. 2014. Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Irina A RSUP Prof. Dr. R. D. Kondau Manado. Naskah Publikasi, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kdokteran, Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Sabarguna, H. Boy S. 2008. Quality Assurance Pelayanan Rumah Sakit Edisi Revisi. Jakarta: CV Agung Seto.

Sari, D. 2008. Manajemen Pemasaran Usaha Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.