HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM DALAM PROSES GRANULASI DI PEDIS CARE MALANG

Pandu Arif Wicaksono, Dudella Desnani Firman Yasin, Zaky Soewandi Ahmad

Abstract


Ulkus diabetikum (gangren) merupakan luka pada kaki yang merah kehitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi pembuluh darah sedang atau besar di tungkai, ulkus diabetikum disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya kadar glukosa darah yang tinggi dan tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya ada hubungan kadar gula darah dengan penyembuhan ulkus diabetikum dalam proses granulasi di Pedis Care Malang. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh klien ulkus diabetikum yang ada di Pedis Care Malang berjumlah 33 orang dan Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah klien ulkus diabetikum yang ada di Pedis Care Malang dengan jumlah 33 orang dan teknik sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Metode analisa yang di gunakan yaitu uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukan kadar gula darah sebagian besar responden dalam ketegori tidak terkontrol (> 200 mg/dL) yaitu sebanyak 18 orang (54,5 %), pertumbuhan granulasi pada luka penderita diabetes melitus hampir setengahnya tidak memiliki pertumbuhan granulasi yaitu sebanyak 14 orang (42,4 %) dan hasil analisis terdapat hubungan kadar gula darah dengan penyembuhan ulkus diabetikum dalam proses granulasi di Pedis Care Malang dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05). Diharapkan kepada penderita luka diabetes melitus untuk menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola hidup yang sehat dan bersih dengan melakukan olahraga/aktivitas serta melakukan kontrol gula darah yang teratur. Hal ini di tujukan untuk mengontrol kadar gula darah agar dalam batas normal.

Diabetic ulcer (gangrene) is a scar on the leg that is blackish red and foul-smelling due to blockage that occurs in the medium or large blood vessels in the leg, diabetic ulcer is caused by various factors, one of which is high and uncontrolled blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the existence of a correlation between blood sugar levels and diabetic ulcer healing in the granulation process in Pedis Care Malang. The research design used is correlational with cross sectional approach. The sample of this research is 33 diabetic ulcer clients in Malang Pedis Care and the sample used in this research is diabetic ulcer client in Pedis Care Malang with 33 people and the sample technique used in this study is Simple Random Sampling. The analytical method used is the Fisher Exact Test. The results showed that the blood sugar levels of most respondents in uncontrolled categories (> 200 mg / dL) as many as 18 people (54.5%), granulation growth in the wounds of diabetic melitus patients almost half did not have granulation growth as many as 14 people (42.4%) and the results of the analysis there was a relationship of blood sugar levels with diabetic ulcer healing in the granulation process in Pedis Care Malang with a Sig. = 0.000 (α ≤ 0.05). It is expected that people with diabetes mellitus will maintain a healthy lifestyle by maintaining a healthy and clean lifestyle by doing sports / activities and controlling regular blood sugar. This is intended to control blood sugar levels so that they are within normal limits.

Keywords: Blood Sugar Levels; Diabetic Ulcer; Granulation.

Keywords


Granulasi; Kadar Gula Darah; Ulkus Diabetikum

References


Huzaimah, N., 2018. Penerapan Modifikasi Psikoedukasi Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe2. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(2), pp.147-161.

Kistianita, A.N., Yunus, M. and Gayatri, R.W., 2018. Analisis Faktor Resiko Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Usia Produktif Dengan Pendekatan WHO STEPWISE STEP 1 (CORE/INTI) Di Puskesmas Kendalkarep Kota Malang. Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 3(1), pp.1-14

Lede, M.J., Hariyanto, T. and Ardiyani, V.M., 2018. Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Penyambuhan Luka Diabetes Mellitus Di PUSKESMAS Dinoyo Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan, 3(1), pp.541-549.

Pradana, A.W.2017. Hubungan Teknik Modern Dressing Dengan Proses Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Pada Pasien Rawat Luka Di Klinik Pedis Care Malang. Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan. Program Studi DIV Keperawatan Malang.

Pratiwi, Hardika. 2017. Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Secara Topikal Terhadap Peningkatan Jumlah Permbuluh Darah Pada Proses Penyembuhan Luka Tikus Wistar Kondisi Diabetes Mellitus. Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Putri, R. R., Hakim, R. F., & Rezeki, S. 2017. Pengaruh Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Terhadap Jumlah Fibroblas Pada Proses Penyembuhan Luka Di Mukosa Oral. Journal Caninus Dentistry, 2(1), pp.20-30.

Safitri, Y. 2017. Perbedaan Glukosa Darah Sewaktu Segera dan Ditunda Antara Serum dan Plasma EDTA (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang). Undergraduate thesis. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Stoekenbroek, R. M., Santema, T. B., Legemate, D. A., Ubbink, D. T., Van den Brink, A., & Koelemay, M. J. W. 2014. Hyperbaric oxygen for the treatment of diabetic foot ulcers: a systematic review. European journal of vascular and endovascular surgery, 47(6), pp.647-655.

Sutandi, A., & Puspitasary, N. 2017. Hubungan Karateristik Dan Pengetahuan Pasien Tentang Luka Diabetes Dengan Tindakan Pencegahan Luka Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Ruang Dahlia RSUD Pasar Rebo. JURNAL IMPULS, 2(2), pp.163-171.

Suyono, S., 2011. Patofisiologi Diabetes Melitus dalam buku Penatalaksanaan Diabetes Mellitus bagi Dokter Maupun Edukator Diabetes. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 11.

Taharuddin, T., 2017. Efektifitas Pelaksanaan Model Konsefasi Discharger Planning Terstruktur Terhadap Perubahan Derajat Luka Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Ulkus Diabetikum. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 5(3), pp.403-417.World Health Association (WHO). 2017. Diabetes. Printed by the WHO Dokumen production.

Wahyuni, E.S. and Hermawati, H., 2017. Persepsi Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Desa Sawah Kuwung Karang Anyar. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 5(2), pp.306-317.

Yusuf, S., Okuwa, M., Irwan, M., Rassa, S., Laitung, B., Thalib, A., & Sugama, J. 2016. Prevalence and risk factor of diabetic foot ulcers in a regional hospital, eastern Indonesia. Open Journal of Nursing, 6(01), pp.1-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.