PERBEDAAN PENGETAHUAN GURU SD TENTANG PENANGANAN EPISTAKSIS SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DI KELURAHAN LANDUNGSARI KECMATAN DAU MALANG

Melkianus Dangu Elu, Nia Lukita Ariani, Vita Maryah Ardiyani

Abstract


Cara penanganan epistaksis di sekolah masih beragam dan bahkan cenderung dibiarkan karena dianggap masalah ringan. Hal membuktikan bahwa kejadian epistaksis sering terjadi pada anak di sekolah sehingga guru berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan sesudah edukasi menggunakan media video. Desain penelitian menggunakan one group pre-test and post-test design. Populasi yang digunakan adalah guru SD di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang dengan besar sampel 57 responden. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling. Instrument menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberi edukasi menggunakan media video hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang (38,6%) dan sesudah diberi edukasi menggunakan media video hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik (96,5%). Hasil uji statistik didapatkan p=0,000, yang berarti ada perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan setelah edukasi menggunakan media video di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang. Penyampaian materi dengan media video lebih mudah diterima oleh orang awam dalam memahami dan menerapkan pertolongan pertama pada orang yang mengalami epistaksis.
How to handle epistaxis in society is still diverse and even tends to be left because it is considered a mild problem. This study aims to determine differences in elementary school teacher knowledge about handling epistaxis before and after education using video media. The study design uses one group pre-test and post-test design. The population used was elementary school teachers in the Landungsari Village , Dau Malang District with a sample size of 57 respondents. Samples were taken by cluster sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using thetest Marginal homogeneity with α = 0.05. The results of the study were obtained before being given education using video media, almost half of the respondents had less knowledge (38.6%) and after being educated using video media, almost all respondents had good knowledge (96.5%). Statistical test results obtained p = 0,000, which means there are differences in elementary school teacher's knowledge about epistaxis handling before and after education using video media in the Landungsari Village, Dau Malang District. Submission of material with video media is more easily accepted by lay people in understanding and applying first aid to people who experience epistaxis.

Keywords: knowledge, Epistaxis, video

Keywords


Pengetahuan; Epistaksis; Video

References


Darmasto, T., Nurhayati Y., & Wulandari Ika S., 2017. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Epistaksis Terhadap Pengetahuan Guru Dalam Penanganan Pertama Epistaksis Pada Siswa SDN Kelurahan Jatisari Sambi Boyolali. Jurnal Keperawatan 3 (2). STIKes Kusuma Husada Surakarta. http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/26/01-gdl-tridarmast-1262-1-artikel-o.pdf. Diakses pada tanggal 25 Januari 2019

Limen, Merry P., Palandeng, Ora & Tumbel R., 2015. Epistaksis Di Poliklinik Tht-Kl Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2010-Desember 2012. Jurnal e-Biomedik (eBM) 1 (1). Universitas Sam Ratulangi Manado. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/ebiomedik/article/view/4586. Diakses pada tanggal 24 Januari 2019

Marbun. Erna M., 2017. Etiologi, Gejala dan Penatalaksanaan Epistaksis. Jurnal Kedokteran Meditek 23 (62). Universitas Kristen Krida Wacana. http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Ked/article/download/1556/1655. Diakses pada tanggal 23 Januari 2019

Maulana. 2013. Kemandirian belajar guru sekolah dasar (studi deskriptif terhadap guru sd dari enam kabupaten di jawa barat). Jurnal Mimbar Pendidikan Dasar, 4(1), pp. 34-40.

Saputra,Eka. 2015. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Keterapilan Guru dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami pingsan (sinkop) Di SD Muhammadiyah Tamantirto Bantul Yogyakarta. Jurnal . prodi s1 keperawatan . universitas muhammdiyah yogyakarta. http. (diakses 2 januari 2018.

Amir Hamzah Suleiman, Media Audio-Visual untuk Pengajaran, Penerangan, dan Penyuluhan (Jakarta: PT Gramedia, 1985), hlm. 11 diakses 2014 dan 2015

Windiastuti, Endang. 2017. Kegawatan pada Bayi dan Anak. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM

Sudrajad, H., Nurcahyo, V., dkk., 2016. Buku Pedoman Keterampilan Klinis. Pemeriksaan THT. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Idris, Fachmi. 2018. Panduan Praktis Edukasi Kesehatan. Jakarta : BPJS Kesehan.

Watloly, Anoliab. 2012. Tanggung Jawab Pengetahuan Mempertimbangkan Epistimologi Secara Kultural. Yogyakarta : Kanisius

Punagi, Abdul Qadar. 2017. Epistaksis Diagnosis & Penatalaksanaan Terkini. Makassar: Digi Pustaka.

Nursalam. 2013. Manajemen Keperawatan, Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional edisi 3. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Fahami, HM. Tsalits. 2017. Proses Tumbuh Kembang Siswa Usia Sekolah. Lamongan: FKIP Universitas Islam Lamongan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.