HUBUNGAN HIPERTENSI KEHAMILAN PADA IBU DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUREN KABUPATEN MALANG

Leni Marlina Milla, Arie Jefry Ka'arayeno, Susmini Susmini

Abstract


Hipertensi kehamilan menyebabkan gangguan fungsi plasenta yang mengakibatkan janin mengalami gangguan pertumbuhan berupa berat bayi lahir rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan hipertensi kehamilan ibu dengan berat bayi lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Turen Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian sebanyak 34 ibu nifas yang memiliki bayi BBLR dan sampel penelitian sebanyak 34 orang dengan penentuan menggunakan Total Sampling.Instrumen untuk Hipertensi menggunakan tensi meter dan untuk BBLR menggunakan timbangan, datanya di ambil di rekam medis.Analisis data megunakan uji uji Pearson Product Moment.Hasil penelitian membuktikan hampir seluruhnya 28 responden (82,4%) mengalami hipertensi kehamilan sedang dan hampir seluruhnya 32 responden (94,1%) memiliki bayi dengan berat bayi lahir rendah. Hasil uji Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan hipertensi kehamilan ibu dengan berat bayi lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Turen Kabupaten Malang didapatkan p value = (0,002) < (0,05). Ibu hamil harus mengkontrol tekanan darahnya agar dapat menurunkan resiko terjadinya BBLR.

Pregnancy hypertension causes impaired placental function which results in the fetus experiencing growth disturbance in the form of low birth weight babies. The purpose of this study was to determine the relationship of maternal hypertension with low birth weight babies in the work area of Turen Health Center in Malang Regency. The study design used a cross sectional design with a retrospective approach. The study population was 34 postpartum mothers with LBW infants and the study sample was 34 people with determinations using total sampling. Data collection techniques using instruments in the form of observation sheets and medical records. Data analysis method used is the Pearson Product Moment test. The results showed that almost all 28 respondents (82.4%) had moderate pregnancy hypertension and almost all 32 respondents (94.1%) had babies with low birth weight babies. Pearson Product Moment test results showed a relationship of maternal hypertension with low birth weight babies in the work area of Turen Health Center in Malang Regency, obtained p value = (0.002) <(0.05). Further researchers are expected to conduct research by knowing the factors associated with maternal hypertension and low birth weight babies such as lifestyle, diet and stress.

Keywords: Low Birthweight, Pregnancy Hypertension, Postpartum Mother

Keywords


Berat Bayi Lahir Rendah; Hipertensi Kehamilan; Ibu Nifas

References


Feryanto, A. 2012. Asuhan Kebidanan Patologi. Jakarta : Salemba Medika

Hanifa. 2013. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustakawan

Julia, Riswiyanti, V., & Jaelani, Abdul K., 2016. Hubungan HDK Dengan Angka Kejadian BBLR Diwilayah Kerja Di RSUD Indrasari Rengat Tahun 2015. Journal Endurance 1 (2). Akademi Kebidanan Indragiri Riau. https://www.researchgate.net/publication/312204373_HUBUNGAN_HDK_DENGAN_ANGKA_KEJADIAN_BBLR_DIWILAYAH_KERJA_DI_RSUD_INDRASARI_RENGAT_TAHUN_2015/fulltext/598dac6c458515c333afdcde/312204373_HUBUNGAN_HDK_DENGAN_ANGKA_KEJADIAN_BBLR_DIWILAYAH_KERJA_DI_RSUD_INDRASARI_RENGAT_TAHUN_2015.pdf?origin=publication_detail. Diakses pada tanggal 01 Agustus 2019.

Junaidi. 2014. Pengenalan, Pencegahan, dan Pengobatan Hipertensi. Jakarta: Bhuana Ilmu

Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Kosim, Sholeh. 2012. Buku Ajar Neonatologi. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Kurniawati, Leni dan Wiryanto, T. Budi. 2017. Hubungan Pre Eklampsia Dengan Kelahiran Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Sragen. Jurnal Ilmiah Kebidanan 2 (1). Universitas Sebelas Maret Surakarta https://eprints.uns.ac.id/5279/1/158532408201012381.pdf. Diakses pada tanggal 11 Juli 2019.

Mallisa, B. dan Towidjojo V. 2014. Hubungan Antara Preeklampsia Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD Undata Palu. Jurnal Ilmiah Kedokteran 1 (3). Universitas Tadulako. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/MedikaTadulako/article/download/7934/6273. Diakses pada tanggal 11 Juli 2019.

Manuaba, I. 2013. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC

Paath. 2014. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Buku Kedokteran. Jakarta: Rasyid

Prasetyowati. 2014. Hubungan Hipertensi dan Kurang Energi Kronis dalam Kehamilan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai 7 (2). Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang. https://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKM/article/view/556/508. Diakses pada tanggal 01 Agustus 2019.

Saifudin, A. 2014. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka.

Sirait, Anna Maria. 2012. Prevalensi Hipertensi Pada Kehamilan Di Indonesia Dan Berbagai Faktor Yang Berhubungan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 15 (2). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://media.neliti.com/media/publications/21333-ID-prevalensi-hipertensi-pada-kehamilan-di-indonesia-dan-berbagai-faktor-yang-berhu.pdf. Diakses pada tanggal 01 Agustus 2019.

Udjianti, W . 2013. Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.

WHO. 2017. National Heart, Lung and Blood Institute. Diakses di https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/guidelines/express.pdf. Diakses pada tanggal 09 Juni 2019.

Widharto. 2015. Bahaya Hipertensi. Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka.

Wiknjosastro, H. 2014. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka


Refbacks

  • There are currently no refbacks.