HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI GURU DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA SINKOP PADA SISWA DI SDN 1 LANDUNGSARI DAN SDN MULYOAGUNG IV KABUPATEN MALANG

Petrus Helu Ngara, Swaidatul Masluhiya AF, Wahyu Dini Metrikayanto

Abstract


Pengetahuan berperan dalam memberikan wawasan terhadap terbentuknya sikap dan akan diikuti dengan motivasi serta tindakan guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa di SDN 1 Landungsari dan SDN Mulyoagung IV Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 44 guru dengan sampel sebanyak 23 responden. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.Instrumen menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan motivasi. Metode uji analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa lebih dari separuh (56,5%) responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang tentang pertolongan pertama siswa sinkop, lebih dari separuh (56,5%) responden memiliki motivasi kategori rendah dalam memberikan pertolongan pertama siswa sinkop. Hasil uji Chi Square didapatkan p-value = (0,000) yang berarti bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa di SDN 1 Landungsari dan SDN Mulyoagung IV Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah sampel penelitian dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama sinkop kepada guru yang memiliki pendidikan rendah, hal ini untuk meningkatkan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama pada siswa sinkop.

Knowledge plays a role in providing insight into the formation of attitudes and will be followed by the motivation and actions of the teacher in giving students a first-aid syncope. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge with teacher motivation in providing synoptic first aid to students at SDN 1 Landungsari and SDN Mulyoagung IV Malang Regency. This study uses a descriptive correlative design with cross sectional approach. The study population was 44 teachers with a sample of 23 respondents. Sampling using simple random sampling. Data collection using a questionnaire level of knowledge and motivation. The data analysis method uses Chi Square test with a significant level of 0.05. The results of the study prove that more than half (56.5%) of respondents have a level of knowledge of the category lacking about the first aid of syncope students, more than half (56.5%) of respondents had low category motivation in giving first aid to syncope students. Chi Square test results obtained p-value = (0,000) which means that there is a relationship between the level of knowledge and the motivation of the teacher in providing synoptic first aid to students at SDN 1 Landungsari and SDN Mulyoagung IV Malang Regency. The next researcher is expected to increase the number of research samples and provide health education about syncope first aid to teachers who have low education, this is to increase the motivation of teachers in providing first aid to syncope students.

Keywords: Victim; Experience; Synchronous Handling

Keywords


Korban; Pengalaman; Penanganan Sinkop

References


Dinkes Jatim. 2017. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. https://anzdoc.com/-badan-penyelenggara-jaminan-sosial-2017-sa.html. Diakses pada tanggal 13 Januari 2019.

Djalil, 2015. Psikologi Pendidikan. Cetakan 4. Jakarta : Grasindo.

Febrina, V., Semiarty, R., & Abdiana. 2017. Hubungan Pengetahuan Siswa Palang Merah Remaja dengan Tindakan Pertolongan Pertama Penderita Sinkop di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Andalas. 6 (2). Universitas Andalas Padang. http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/717/573.Diakses pada tanggal 03 Mei 2019

Hidayat. Romadhona Nur., Nurhayati Y. dan Pranianto, Lucky E. 2015. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Pendidik Dalam Pertolongan Pertama Pada Siswa Yang Mengalami Sinkop Di SD Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Keperawatan 1 (2). STIKes Kusuma Husada Surakarta.http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/13/01-gdl-romadhonan-602-1-s10041r-t.pdf. Diakses pada tanggal 03 Januari 2019

Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia.http://www.depkes.go.id/article/view/16060900003/kejadian-gawat-darurat-medik-laporkan-ke-119.html. Diakses pada tanggal 13 Januari 2019

Kozier, Barbera. 2013. Keperawatan Profesional. Jakarta: ECG.

Kurniati, Qori. 2015. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Guru Dalam Pemberian Pertolongan Pertama Pada Kasus Pingsan (Sinkop) Di SD Muhammadiyah Tamantirto Yogyakarta. Jurnal Keperawatan 1 (2). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t53715.pdf. Diakses pada tanggal 17 Juli 2019

Maulana. 2013. Promosi Kesehatan. Buku Kedokteran. Jakarta: EGC.

Michael, E. 2011. Buku Saku Penuntun Kedaruratan Medis. Jakarta : EGC

Murriel, Skeet. 2015. Tindakan Para Medis Terhadap Kegawatan Dan Pertolongan Pertama. Terjemahan oleh Silvana Evi Linda Edisi 2. Jakarta: ECG.

Notoatmodjo, S. 2012. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, Panji., Nekada, Cornelia D.Y. dan Amestiasih, Tia. 2017. Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Penanganan Pertama Siswa Syncope Di SMAN 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 4 (1). Universitas Respati Yogyakarta. http://nursingjurnal.respati.ac.id/index.php/JKRY/index. Diakses pada tanggal 03 Januari 2019

Panacea. 2015. Basic Life Support: Buku Panduan Edisi 7. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Purwanto. 2014. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Sai, Izwandari Y., Rina Kundre & Hutauruk, M. 2018. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dan Simulasi Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Siswa Yang Mengalami Sinkop Di Sma 7 Manado. e-journal Keperawatan (e-Kp) 6 (2) : Universitas Sam Ratulangi Manado. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/download/20645/20260. Diakses pada tanggal 17 Juli 2019

Sudiharto, S. 2015. Basic Trauma Cardiac Life Support. Jakarta: Sagung Seto

Suarli dan Bachtiar. 2012. Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Jakarta: Erlangga

Supriasa, E. 2013. Perkembangan Anak Sekolah Dasar. Jakarta: Psikobuana.

Sunaryo. 2012. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku.

Triyadi, Safitri, W., & Adi, Galih S., 2017. Peran Guru Dalam Pertolongan Pertama Siswa Yang Mengalami Syncop Di SMP Muhammadiah Surakatra. e-journal Keperawatan (e-Kp) 2 (2) :Stikes Kusuma Husada Surakarta. http://digilib.unisayogya.ac.id/2626/1/naskah%20publikasi%202.pdf. Diakses pada tanggal 10 Agustus 2019.

Usman, Ulla Nuchrahwaty. 2014. Pertolongan Pertama Palang Merah Remaja Tingkat Wira. Jakarta: Palang Merah Indonesia Pusat

Wahid. 2013. Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha ilmu

Watloly, Anoliab. 2012. Tanggung Jawab Pengetahuan Mempertimbangkan Epistimologi Secara Kultural. Yogyakarta : Kanisius

WHO. 2017. Cardiovascular Diseases (CVDs). World Health Organization. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/ - Diakses pada tanggal 13 Januari 2019.

Widayatun. 2013. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Infomedika


Refbacks

  • There are currently no refbacks.