FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN HAND HYGIENE PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG

Merry Desilo, Neni Maemunah, Ani Sutriningsih

Abstract


Infeksi terkait perawatan kesehatan merupakan ancaman utama terhadap keselamatan pasien di seluruh dunia. Salah satu cara pencegahan dan pengendalian infeksi adalah dengan melakukan Hand Hygiene. Berdasarkan data survailence kepatuhan Hand Hygiene PPI RS. Panti Waluya Sawahan Malang bulan Agustus 2018, didapatkan angka kepatuhan Hand Hygiene ( perawat) di RS. Panti Waluya Sawahan Malang masih jauh dari target pencapaian, yaitu 57 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan Hand Hygiene pada perawat serta faktor yang paling dominan yang mempengaruhi di ruang rawat inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa sebanyak 200 orang. Sampel sebanyak 133 orang ditentukan dengan teknik proporsional simple random sampling. Intrument penelitian untuk variabel independen menggunakan kuisioner dan variabel dependen menggunakan checklist. Analisis data menggunakan uji Chi square (p<0,05) dan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil analisa bivariate, faktor yang berpengaruh terhadap Hand Hygiene yaitu: usia (p=0,000) dan masa kerja (p=0,008). Dari hasil analisa multivariat didapatkan faktor yang paling dominan adalah usia dengan (OR= 2.555), sehingga dapat diasumsikan bahwa semakin tua usia responden akan cenderung patuh melakukan Hand Hygiene dibandingkan responden yang lebih muda. Diharapkan bagi Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang untuk meningkatkan fungsi pengawasan dalam melakukan Hand Hygiene, sehingga kepatuhan perawat dalam melakukan Hand Hygiene dapat meningkat.

Health care-related infections are a major threat to patient safety worldwide. One way to prevent and control infection is to do Hand Hygiene. Based on the compliance survey of IPCN (Infection Prevention Control Nurse) Hand Hygiene compliance. Panti Waluya Sawahan Malang Hospital in August 2018, a Hand Hygiene (nurse) compliance rate was obtained at the Hospital. It is still far from the achievement target, which is 57%. The purpose of this study was to determine the factors that influence Hand Hygiene adherence to nurses as well as the most dominant factors that influence in the inpatient room of the Panti Waluya Sawahan Hospital in Malang. The research design is descriptive analytic with cross sectional approach. The population is all 200 nurses in the inpatient ward. A sample of 133 people was determined by the proportional simple random sampling technique. Research instruments for independent variables use questionnaires and dependent variables use a checklist. Data analysis used Chi square test (p <0.05) and logistic regression test. Based on the results of a bivariate analysis, factors that influence Hand Hygiene are: age (p = 0,000) and years of service (p = 0.008). From the results of multivariate analysis, the most dominant factor was age with (OR = 2.555), so it can be assumed that the older the respondent's age will tend to be obedient to Hand Hygiene compared to the younger respondent. It is expected that the Panti Waluya Sawahan Hospital in Malang will improve its supervisory function in performing Hand Hygiene, so that nurses' compliance in performing Hand Hygiene can be increased.

Keywords: Infection, Control, Health.

Keywords


Infeksi; Pengendalian; Kesehatan;

References


Amalia, R. 2016. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Tenaga Kesehatan Melakukan Cuci Tangan ( Studi Kasus di Instalasi Rawat Inap Rajawali RSUP DR. Kariadi Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(3),1083-1088.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2014. Healthcare-Associated Infections Data. Dari https://www.cdc.gov/hai/surveillance/index.html.

Damanik, S. M. 2012. Kepatuhan Hand Hygiene Di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Students e-Journal, 1.

Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial: Problematika Dan Pengendaliannya. Jakarta: Penerbitttt Salemba Medika.

Gould, J. 2017. Interventions to Improve Hand Hygiene Compliance in Patient Care. Semantic Scholar. Dari http:// https://www.semanticscholar.g.

Handoko. 2014. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE

Kemenkes RI. 2011. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kozier. 2010. Fundamental Keperawatan (7 ed.). Jakarta: EGC.

Lankford. 2003. Influence of Role Models and Hospital Design on Hand Hygiene of Healthcare Workers. US National Library of Medicine National Institute of Health, 9(2):217-223. Dari http:// https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12603993.

Meisa, A. 2012. Gambaran Perilaku Mencuci Tangan Pada Perawat Di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Tahun 2012. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat..

Nitisemito, Alex. 2001. Manajemen Personalia. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.

Nursalam, 2017. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika

Nursalam. 2013. Manajemen keperawatan : aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika.

Pittet, D. 2000. Effectiveness of a Hospital-Wide Programme to Improve Compliance with Hand Hygiene. The Lancet, 356, 1307 -1312.

Pittet, D. 2011. Health Care Associated Infection in Africa: a Systematic Review. US National Library of Medicine National Institute of Health. Dari http:// https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22084514. Diakses pada tanggal 23 September 2018, 20.15 WIB

Putri, K. D. 2014. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan. The Indonesian Journal of Occupational Safety , Health and Environment, 24-36.

Ranupandojo, Heidjrachman, Husnan, 1999. Manajemen Personalia. Edisi Keempat, Yogyakarta : BPFE.

Santri,N. 2017. Perbedaan Angka Kuman Di Telapak Tangan Perawat Menurut Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pelaksanaan Cuci Tangan Di Rumah Sakit Swasta. Dalam: Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat.33 (2): 73-78

Setiawan, A. &. 2012. Pengaruh Karakteristik Individu dan Faktor-faktor Pekerjaan Terhadap Motivasi. Jurnal Widyamenggala.

Smiddy,P., O’Connel., Credon.S.A, 2015. Systematic Qualitative Literature Review of Health Care Workers' Compliance with Hand Hygiene Guidelines. US National Library of Medicine National Institute of Health,43(3),269-274.Dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25728153

Syamsulastri. 2017. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan. Repository unmuh.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Utami, R. 2017. Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Hand Hygiene di IGD RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Repository UMP. Darihttp://repository.ump.ac.id/4421/1/Rizka%20Dwi%20Utami%20COVER.pdf.

World Health Organization. 2010. The Burden Of Health Care-Associated InfectionWorldwide.https://www.who.int/gpsc/country_work/burden_hcai/en/. Diakses pada tanggal 16 September 2018. 21.40 WIB.

World Health Organization. 2013. WHO Hand Hygiene Strategy Feasible and Sustainable for Health-care Settings Around The World. Geneva:World Health Organization


Refbacks

  • There are currently no refbacks.