HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DIRI DENGAN DERAJAT LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KENDALSARI

Martha Yasinta Lali, Supriyadi Supriyadi, Swaidatul Masluhiya AF

Abstract


Kurangnya Motivasi Diri pada penderita Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dapat memicu komplikasi. Komplikasi yang sering ditemukan pada penderita diabetes melitus ialah luka kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi diri dengan derajat luka pada penderita DM tipe 2. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan besar sampel 40 responden. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data motivasi diri dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan data derajat luka dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden memiliki motivasi diri yang rendah ≤ 30 (75%) dan sebagian besar responden mengalami derajat luka diabetik pada bagian kaki dengan kategori penurunan sensasi derajat 3 (50%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan motivasi diri dengan derajat luka pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,036). Dengan demikian sangat penting bagi penderita DM untuk memotivasi diri dalam mengontrol derajat luka dengan baik.

Lack of Self Motivation in patients with type 2 diabetes mellitus (DM) can trigger complications. A complication that is often found in people with diabetes mellitus is diabetic foot injury. This study aims to determine the relationship between self motivation and the degree of injury in patients with type 2 diabetes. The study design uses cross sectional. The population used was all people with DM in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City with a sample size of 40 respondents. Samples were taken by simple random sampling technique. Data on self-motivation were collected using a questionnaire sheet and data on the degree of injury were collected using an observation sheet. Data were analyzed usingtest Chi square with α = 0.05. The results showed that almost all respondents had low self-motivation ≤ 30 (75%) and the majority of respondents experienced a degree of diabetic injury in the legs with a category of sensation reduction in degree 3 (50%). Statistical test results found that there is a significant relationship with self motivation degree of injury in patients with type 2 diabetes mellitus in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p=0,036). Thus it is very important for people with DM to motivate themselves in controlling the degree of injury well.

Keywords: degree of injury; self-motivation; diabetes mellitus

Keywords


derajat luka ; motivasi diri; diabetes melitus

References


Baker, L. & Denyes, M., J. 2014. Predictors of Self-Care in Adolescents With Cystic Fibrosis: A Test of Orem's Theories of Self-Care and Self-Care Deficit. Journal Of Pediatric Nursing. Vol. 23, 37-48.

Ernawati. 2013. Penatalaksanaan Keperawatan Diabetes Mellitus Terpadu: Dengan Penerapan Teori Keperawatan Self Care Orem. Penerbit MitraWacana Media, Jakarta, Hal 5-20

Frykberg, Robert. 2016. Diabetic Foot Disorders: A Clinical Practice Guideline. The Journal Of Foot & Ankle Surgery. American College of Foot and Ankle Surgeons

Hasanat, N. U. 2010. Program Psikoedukasi bagi pasien diabetes untuk meningkatkan kualitas hidup. texs . Diakses dari http://repository.ugm.ac.id/digitasi/index.php?mod... Pada tanggal 20 januari 2018

IDF. 2017. Internasional Diabetes Federation http://www.diabetesatlas.org/resources/2017-atlas.html. Diakses pada tanggal 09 April 2019.

Noor, S., Zubair, M,. & Ahmad, J. 2015. Diabetic foot ulcer-A review on pathophysiology, classification and microbial etiology. Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Review. 9: 192-199.

Ramadhan, N., & Hanum, S. 2016. Kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 3(1), 1–10.

Riskesdas Jatim. 2018 . Hasil Utama Riskesdas 2018 Provinsi Jawa Timur.

Surabaya: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Supriyadi, Makiyah, N., & Sari, Novita K., 2018. Nilai Ankle Brachial Index Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Sesudah Melakukan Buerger Allen Exercise Di Puskesmas Wilayah Kecamatan Nganjuk. Jurnal Penelitian Keperawatan 4 (1). STIKES RS. Baptis Kediri. http://jurnalbaptis.hezekiahteam.com/jurnal/index.php/keperawatan/article/download/317/290/0. Diakses pada tanggal 07 Mei 2019

Sala,D.,& Zorzano, A.2015. differential control of muscle mass in type 1 and type 2 diabetes mellitus. Cellular and molecular life sciences, 72(20), 3803-3817.

Wahyuni, Sri. Hasneli Y. & Ernawaty J. 2018. Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Terjadinya Gangren Pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan 3 (3). Universitas Riau https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/download/18797/18169. Diakses pada tanggal 19 April 2019

Pangau Estrela E., Katuuk Mario E., & Kallo Vandri D., 2019. Hubungan Motivasi Dengan Efikasi Diri Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Umum Gmim Pancaran Kasih Manado. e-journal Keperawatan (e.Kp) 7 (1). Universitas Sam Ratulangi Manado.

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/22889. Diakses pada tanggal 19 April 2019

Purwanti, Lina E., 2014. Hubungan Motivasi Dengan Efikasi Diri Pasien Dm Tipe 2 Dalam Melakukan Perawatan Kaki Di Wilayah Kerja Puskesmas Ponorogo Utara. Jurnal Kesehatan Gaster 11 (2). Universitas Muhammadiyah Ponorogo. http://www.jurnal.stikes-aisyiyah.ac.id/index.php/gaster/article/view/71. Diakses pada tanggal 19 April 2019

Kominfo Jatim. 2018. Masih Tinggi, Prevalensi Diabetes Di Jatim http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/masih-tinggi-prevalensi-diabetes-di-jatim. Diakses pada tanggal 19 April 2019


Refbacks

  • There are currently no refbacks.