KOMUNIKASI TERAPEUTIK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA STROKE ISKEMIK TENTANG GOLDEN TIME STROKE DI RUANG PERAWATAN RS PANTI WALUYA MALANG

Brigita Aprilia Suwarti, Ronasari Mahaji Putri, Lasri Lasri

Abstract


Dalam penanganan stroke ada waktu emas atau golden time dimana seseorang yang mengalami serangan stroke dalam waktu 3 jam setelah serangan stroke harus segera mendapatkan penanganan medis. Pengetahuan keluarga tentang golden time stroke masih kurang. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 keluarga pasien di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang didapatkan sebanyak 4 keluarga tidak mengetahui tanda-tanda dan gejala stroke dan sebanyak 6 keluarga pasien tidak memahami bahwa stroke merupakan kondisi gawat darurat yang butuh penanganan cepat. Komunikasi terapeutik merupakan kegiatan yang direncanakan secara sadar dan dipusatkan kepada klien untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap pengetahuan keluarga stroke iskemik tentang golden time stroke di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang. Desain penelitian one group pre-post design. Sampel penelitian sebanyak 15 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji marginal homogeinity. Hasil penelitian sebelum dilakukan komunikasi terapeutik yaitu sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 9 responden (60%). Setelah dilakukan komunikasi terapeutik berpengetahuan baik sebanyak 10 responden (67%). Ada pengaruh yang signifikan dengan dilakukan komunikasi terapeutik tentang golden time stroke, sehingga disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik tentang golden time stroke dapat meningkatkan pengetahuan keluarga stroke iskemik di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang golden time stroke.

In the treatment of stroke there is a golden time or golden time where someone who has a stroke within 3 hours after a stroke must get medical treatment immediately. Family knowledge about golden time stroke is still lacking. Based on a preliminary study of 10 families of patients in the treatment room of Panti Waluya Hospital Malang, as many as 4 families did not know the signs and symptoms of stroke and as many as 6 families of patients did not understand that a stroke is an emergency condition that needs quick treatment. Therapeutic communication is an activity that is consciously planned and centered on the client to increase understanding and knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of therapeutic communication on the knowledge of ischemic stroke families about golden time stroke in the treatment room at Panti Waluya Hospital Malang. One group pre-post design research design. The research sample of 15 respondents with simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis using marginal homogeinity test. The results of the study prior to therapeutic communication that most of the less knowledgeed as many as 9 respondents (60%). After well-informed therapeutic communication, 10 respondents (67%). There is a significant influence by conducting therapeutic communication about golden time stroke, so it can be concluded that therapeutic communication about golden time stroke can increase the knowledge of ischemic stroke families in the treatment room at Panti Waluya Hospital Malang. It is recommended to further researchers to conduct research on the factors that influence knowledge about golden time stroke.


Keywords: Communication, Therapeutic, Knowledge, Golden Time, Ischemic Stroke

Keywords


Komunikasi; Terapeutik; Pengetahuan; Golden Time; Stroke Iskemik

References


Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.

Batubarra & Tat, 2015. Hubungan Antara Penanganan Awal Dan Kerusakan Neurologis Pasien Stroke Di RSUD Kupang.( http://jks.fikes.unsoed.ac.id/index.php/jks/article/view/627). Diakses pada tanggal 16 April 2019.

Handayani, 2011. Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalankan Terapi Diet Di RSUD Pirngadi Medan .(http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/30875). Di akses pada tanggal 22 Juni 2019.

Harris, S & Kurniawan M, 2016. Code Stroke. Jakarta: Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Husna dkk, 2015. Hubungan komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Di Ruangan Stroke Rumah Sakit Stroke NasionalBukittinggi.(http://garuda.ristekdikti.go.id/documents/detail/496073). Di akses pada tanggal 20 Oktober 2018.

Indrawati dkk, 2016. Care Your Self Stroke. Jakarta: Penebar Swadaya Group.

Dourman Karel, 2013. Waspadai Stroke Usia Muda. Jakarta: Cerdas Sehat.

Ngapiyem, 2015. Tingkat Pengetahuan Tentang Golden Time Stroke. (http://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/31). Diakses pada tanggal 20 Oktober 2018.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam, 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penerapan Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Muffattichah, 2012. Asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien Ny. G dengan stroke hemoragik di Instalasi Gawat Darurat Sragen. (http://eprints.ums.ac.id/22064/). Di akses pada tanggal 4 Juni 2019.

Okraini, 2018. Hubungan Ketepatan "Golden Period " Dengan Derajat Kerusakan Neurologi Pada Pasien Stroke Iskemik Di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2018.(http://repo.stikesperintis.ac.id/65/). Di akses pada tanggal 15 Mei 2019.

Payadnya & Jayantika, 2018. Panduan Penelitian Eksperimen Beserta Analisis Statistik Dengan SPSS. Yogyakarta: Deepublish.

Perdossi, 2011. Guidline Stroke. Jakarta:ISBN.

Putra, 2017. Perbedaan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Sebelum Dan Sesudah Pendidikan Kesehatan Tentang Stroke Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Pasar Ambon.(http://digilib.unila.ac.id/25218/3/SKRIPSI%20FULL%20TANPA%20PEMBAHASAN.pdf). Diakses pada tanggal 10 Januari 2019.

Rachmawati dkk, 2017. Pengetahuan Keluarga Berperan Terhadap Keterlambatan Kedatangan Pasien Stroke Iskemik Akut Di Instalasi Gawat Darurat. (https://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/view/1783). Di akses pada 16 november 2018.

Rahmina, Agustina & Wahid, 2017. Tingkat Pendidikan Keluarga Terhadap Golden Hour Pasien Stroke Di RSUD Ulin Banjarmasin. (https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JDK/article/view/3644). Di akses pada tanggal 12 Mei 2019.

Ratnawardani dkk, 2018. Pengalaman Keluarga Dalam Penanganan Serangan Pertama Pada Pasien Stroke. (https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/21165/20481). Di akses pada tanggal 23 Januari 2019.

Riskesdas, 2013. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI tahun 2013. http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf. Diakses pada tanggal 24 November 2018.

Susanti, 2017. Komunikasi Terapeutik Terapis Pada Pasien Penderita Stroke Di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru.(https://media.neliti.com/media/publications/183705-ID-none.pdf). Di akses pada tanggal 23 Januari 2019.

Zulfa, 2012. Hubungan Tingkat Faktor Risiko dengan Pengetahuan Tentang Stroke pada Kelompok Usia di atas 35 tahun di RW 09 Kelurah an Cirendeu Kecamatan Ciputat Timur Tahun 2012. (http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26390). Di akses pada tanggal 22 Juni 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.