HUBUNGAN KEBIASAN KONSUMSI SUSU FORMULA DIWAKTU TIDUR DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA TODDLER DI POSYANDU BALITA KELURAHAN JATIMULYO KECAMATAN LOWOKWARU MALANG

Aydah Cahayanik, Rachmat Chusnul Choeron, Sulasmini Sulasmini

Abstract


Sisa makanan yang terdapat di mulut dapat menyebabkan karies gigi. Anak usia toddler sebagian besar memiliki riwayat kebiasaan minum susu diwaktu tidur. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi susu formula diwaktu tidur dengan kejadian karies gigi pada anak usia toddler di Posyandu Balita Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang. Desain pada penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia toddler diposyandu Balita Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang yang berjumlah 600 anak. Besar sampel sebanyak 240 anak dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Kebiasaan konsumsi susu formula sebagai variabel independen dan kejadian karies gigi sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar anak usia toddler terbiasa mengkonsumsi susu formula diwaktu tidur yaitu sebanyak 156 anak (65%), sebagian besar anak usia toddler mengalami karies gigi yaitu sebanyak 151 anak (62,9%), dan terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan konsumsi susu formula diwaktu tidur dengan kejadian karies gigi pada anak usia toddler di Posyandu Belita Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang (p=0,000; OR=132,0). Orang tua harus merubah kebiasaan anak dalam mengkonsumsi susu formula dan memperhatikan kebersihan mulut.

The remaining food in the mouth can cause dental caries. Most toddlers have a history of drinking milk during sleep. The purpose of this study was to determine the relationship between the consumption habits of formula milk at bedtime and the incidence of dental caries in toddler age children in Posyandu Balita, Jatimulyo Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City. The design in this study uses a case control design. The population in this study was all toddler age children in Posyandu Balita, Jatimulyo Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City with totaling 600 children. The sample size is 240 children with simple cluster sampling. The habit of consuming formula milk as an independent variable and the incidence of dental caries as the dependent variable. Data was collected using a questionnaire. Data were analyzed using Chi square test with α = 0.05. The results showed that most toddlers were accustomed to consuming formula milk during sleep (65%), most toddlers had dental caries (62.9%), and there was a significant relationship of formula milk consumption habits at bedtime with the incidence of dental caries in toddler age children in Posyandu Balita, Jatimulyo Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City (p = 0,000; OR = 132,0). Parents must change the habits of children in consuming formula milk and pay attention to oral hygiene.

Keywords: toddler age; dental caries; habit of consuming formula milk

Keywords


anak usia toddler; karies gigi; kebiasaan konsumsi susu formula

References


Arisman. 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi: Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC

Arora, A. 2011. Child and family health nurses experiences of oral health of. India: CBS

Bambang. 2011. Super Baby Directory, Cetakan I. Jogjakarta: Flashbook.

Badan Pusat Statistik. 2014. Kabupaten Malang dalam Angka. Malang: Badan Pusat Stastistik

Cameron A.C. dan Widmer R.P. 2008. Handbook of pediatric dentistry (3rd ed.). Philadelphia: Mosby Elsevier

DC. 2013, Januari 10. Centers for Disease Control and Prevention. Diperoleh dari http://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/. Diakses Pada tanggal 12 mei 2018, pukul 11.15 WIB

Dewanti. 2012. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dengan Perilaku Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Pondok Cina 4 Depok. Skripsi. (Tidak Diterbitkan).

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2013. Profil Kesehatan Provinsi Jawa

Timur Tahun 2012. Surabaya: Dinas Kesehatan

Duggal, Monthy dkk. 2013. At a glance Kedokteran gigi anak. Medan: Erlanga

Fatmawati. 2011, Hubungan Biofilm Streptococcus mutans terhadap Resiko Terjadinya Karies Gigi, J. Stomatognatic.

Febry, dkk. 2008. Buku Pintar Menu Bayi, Cetakan II. Jakarta Selatan: PT. Wahyu Media

Ginting. 2013. Mulut sehat gigi kuat. Bandung: Indonesia Publising House.

Hartono & Enny, M. R. 2010. Diagnosis kelainan Dalam Mulut: Petunjuk Bagi Klinis. Jakarta : EGC

Hidayat, A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Tehnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika

Hongini, Yundali S. Adityawarman, Mac. 2012. Kesehatan Gigi dan Mulut. Bandung: Pustaka Reka Cipta

Judarwanto W. 2011. Perilaku makan anak sekolah. Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses di http://gizi.depkes.go.id/makalah/download/perilaku%20makan%20anak%20sekolah.pdf pada tanggal 15 juni 2018 pukul 20.10 WIB

Khasanah. 2011. ASI atau susu formula ya?. Panduan Lengkap Seputar ASI dan Susu Formula. Jogjakarta: Flashbook

Kidd, Edwina A. M., & Sally, Joyston-Bechal. 2013. Dasar-dasar Karies: Penyakit dan Penanganannya. (Alih bahasa: Narlan Sumawinata & Safrida Faruk). Jakarta: EGC

Kodrat, L. 2010. Dahsyatnya ASI & Laktasi Untuk Kecerdasaan Buah Hati Anda. Yogyakarta: Media Baca

Koswara S. 2006. Makanan Bergula dan Kerusakan Gigi. Diakses di http://www.ebookpangan.com/ARTIKEL/MAKANAN20%20BERGULA%20TINGGI%20 DAN % KESEHATAN%20GIGI.pdf pada tanggal 5 juni 2018 pukul 12.35 WIB

Kuntari S. 2008. Hubungan Antara Kebersihan Gigi dan Karies Gigi Pada Anak Usia 4 –6 Tahun di Kotamadya Surabaya, Dent. J. Vol. 29. No. 1. Surabaya: Majalah Kedokteran Gigi.

Marimbi, Hanum. 2010. Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika

Marni dan Kukuh Rahardjo. 2012. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Muryani, Anik. 2010, Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media.

Nasar, dkk. 2010. Makanan Bayi dan Ibu Menyusui, Cetakan I. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Nadesul, H. 2008. Membesarkan Bayi Jadi Anak Pintar. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara

Nasir. 2011. Hasil Penelitian Mengenai Manfaat ASI dan Perbandingannya dengan Susu formula. Diakses di http://dokternasir.web.id/2011. Diakses tanggal 20 Juni 2018 pukul 17.15 WIB

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional, Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika

Nursalam. 2013. Konsep Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pintauli S., Hamada T. 2008. Menuju gigi dan mulut sehat: pencegahan dan pemeliharaanya. Ed. I. Medan: USU Press

Potter, Perry. 2010. Fundamental Of Nursing: Consep, Proses and Practice.

Edisi 7. Vol. 3. Jakarta : EGC

Praptiani, Wuri. 2012. Kebidanan Oxford: Dari Bidan untuk Bidan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Pudjiadi, S. 2005. Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Edisi kedua, edisi keempat. Jakarta: Fakultas kedokteran UI.

Putri, M. H, dkk. 2011. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta: Buku Kedokteran ECG

Ramadhan. 2010. Serba-serbi Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Bukune

Retno. 2011. Pengaruh Media Film dan Gambar dalam Penurunan Skor Plak pada Anak Usia 9-10 Tahun. Skripsi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas). 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses di: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf. Pada tanggal 19 Mei 2018, pukul 12.15 WIB

Riwi dikdo. H.2007. Statistic Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Mitra Cendikia Press.

Riwidikdo, H. 2010. Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendekia Press

Roesli Utami. 2012. Panduan Konseling Menyusui. Jakarta: Pustaka Bunda

Samaranayake, Lakshman. 2012. Essential Microbiology for Dentistry fourth edition. China: Elsevier

Silalahi. 2012. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama

Sobur, alex. 2013. Psikologi umum. Bandung. Cv pustaka setia.

Soetjiningsih. 2012. Perkembangan Anak dan Permasalahannya dalam Buku Ajar I Ilmu Perkembangan Anak Dan Remaja. Jakarta: Sagungseto

Soetjiningsih, Gde Ranuh IGN. 2015. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC

Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kuantitaif Kualitatif dan R & B. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2015. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta

Susilowati. 2008. Pengukuran Status Gizi dengan Antropometri Gizi. Diakses di http://www.eurikaindonesia.org/wp-content/uploads/antropometri-gizi-pdf. Diakses pada tanggal 25 Mei 2018

Tanuwidjaya, S. 2012. Konsep Umum Tumbuh Kembang dalam Buku Ajar I Ilmu Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto

Yusuf, Syamsu. 2011. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Welbury R, Duggal M. 2012. Pediatric Dentistry. New York: Oxford.

Widya, Y. 2008. Pedoman Perawatan Kesehatan Anak. Bandung: Yrama Widya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.