HUBUNGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KADAR GULA DARAH DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG

Oktavia Ike Alvionita, Pertiwi Perwiraningtyas, Neni Maemunah

Abstract


Diet rendah kalori pada penderita diabetes melitus tipe 2 sangat penting untuk dilakukan. Namun banyak penderita diabetes melitus yang tidak melakukan diet dengan konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kadar gula darah di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien diabetes melitus tipe 2 yang sedang rawat jalan di poli pada bulan Juni 2019. Sampel penelitian didapatkan 33 responden dengan teknik sampling simple random sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner kepatuhan diet dan glucosemeter pada variabel dependen. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik fisher. Hasil uji statistik menunjukan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 kategori tidak patuh (51.5%) dengan kadar gula darah yang tidak normal. Hasil uji statistik menunjukan nilai probabilitias p-value (0,000) artinya ada hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah. Direkomendasikan bagi penderita diabetes melitus untuk meningkatkan dan menjaga gaya hidup dengan mengontrol diet maupun gula darah.

Low calorie diet in people with type 2 diabetes mellitus is very important to do. But, many people with diabetes mellitus do not go on a consistent diet. The purpose of this study was to determine the relationship of diet adherence in patients with type 2 diabetes mellitus with blood sugar levels at Malang Panti Waluya Hospital in Malang. The study design uses cross sectional. The study population was all patients with type 2 diabetes mellitus who were outpatient in poly in June 2019. The research sample found 33 respondents with type 2 diabetes mellitus aged ≥45 years with a simple random sampling technique. The instrument with a diet compliance questionnaire and a glucosemeter. Testing research uses the fisher statistical test. Statistical test results show diet adherence in patients with type 2 diabetes mellitus category of non-adherent (51.5%) with abnormal blood glucose levels. The results of bivariate analysis showed p-value (0,000) meaning that there was a relationship between diet adherence with blood sugar levels with high correlation strength. It is recommended for people with diabetes mellitus to improve and maintain their lifestyle by controlling their diet and blood sugar.

Keywords: Diet diabetes mellitus, Blood glucose control.

Keywords


diet diabetes melitus; kontrol gula darah

References


Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.

Arisman. 2011. Buku Ajar Ilmu Gizi; Obesitas, Diabetes Melitus & Dislipidemia. EGC. Jakarta.

Depkes. 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Depkes RI. Jakarta.

Depkes. 2013. Diabetes Penyebab Kematian Nomor 6 di Dunia. http://www.depkes.go.id/article/view/2383/diabetes-melitus-penyebab-kematian-nomor-6-di-dunia-kemenkes-tawarkan-solusi-cerdik-melalui-posbindu.html (diakses tanggal 8 oktober 2018).

Fahrun dan Rustini. 2010. Hubungan Antara Kepatuhan Terapi Diet DM Dan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Klien DM Tipe 2 di RS Adi Husada Kapasari Surabaya. http://www.fik.umsurabaya.ac,id/jurnal/THE%20PROCEEDING%20ASTECH% 2010.pdf. (diakses pada 30 juni 2019).

Herlena dan Widiyaningsih. 2013. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Penderita Diabetes Melitus Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus di RSUD AM. Parikesit Kalimantan Timur. http://jurnal.unimas.ac.id/index.php/JKMB/article.(diakses tanggal 30 juli 2019)

Hilawe et al, 2013. Differences by sex in the prevalence of diabetes mellitus, impaired fasting glycaemia and impaired glucose tolerance in sub-Saharan Africa: a systematic review and meta-analysis. Bull World Health Organ. 1; 91(9): 671–682D. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3790213/ (diakses pada 20 Juni 2019).

International Diabetes Federation (IDF). 2015. Diabetes Atlas International Diabetic Federation Sixth Edition. http://www.diabetesatlas.org/ (diakses tanggal 5 September 2018).

Kim et al. 2010. Aplication of Critical Reflective Inquiry in Nursing Education. Dalam Handbook of Reflection anda Reflective Inquiry: Mapping a Way of 159 Knowing for Professional Reflective Inquiry. Springer Science-Business Media. LLC.

Mahdiana, R. 2010. Mencegah Penyakit Kronis Sejak Dini. Tora Book. Yogyakarta.

Mansjoer, Arief. 2011. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Salemba Medika. Jakarta.

Mezie M.M., Okoye., 2013. Diabetes in older adults: experience from a rural community in south-east Nigeria. African Journal of Diabetes Medicine. 21(2).

National Institute Health . 2014. Cause of Diabetes. http://diabetes.niddk.nih.gov/dm/pubs/cause/causes_of_diabetes_508.pdf (diakses tanggal 30 juli 2019)

Notoatmodjo,S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

PERKENI. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PERKENI. Jakarta.

Pratiwi. 2007. Protein Vitamin dan Bahan Pangan. Gajah Mada. Yogyakarta.

Purba, dkk. 2008. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Masalah Psikososial dan Gangguan jiwa. USU Press. Medan.

Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Pustaka Pelajar.Yogyakarta.

Qurratuaeni. 2009. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terkendalinya Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di RSUP Fatmawati. Program studi ilmu keperawatan universitas islam negri syarif hidayatullah. Jakarta.

RKD. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Departemen Kesehatan. Jakarta.

Infodatin. 2013. Infodatin : Situasi dan Analisis Diabetes.

http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/ pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf (diakses tanggal 9 oktober 2018)

Reni, F. 2014. Hubungan Kepatuhan Diit Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rawat Inap RSUD Sukoharjo. Universitas Muhammadyah Surakarta. Surakarta. http://eprint.ums.ac.id//id/eprint/28060 (diakses tanggal 9 oktober 2018).

Safitri, Inda N. 2013. Kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Ditinjau dari Locus of Control. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan ISSN : 2301-8267 Vol. 01, No. 02 Agustus 2013 Hlm 273-290. Fakultas Psikologis Universitas Muhammadiyah Malang.

Sintowati. 2013. Poliklinik Penyakit. EGC. Jakarta.

Siti. 2013. Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Nuha Medika. Yogyakarta.

Syahbudin, S. 2007. Diabetes Melitus dan Pengelolahannya. Pusat Diabetes & Lipid RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. FKUI. Jakarta

Risnasari, Norma. 2014. Hubungan Tingkat Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus dengan Munculnya Komplikasi di Puskesmas Pesantren II Kota Kediri. Efektor, 25 (01): 15-19

Theresia, dkk. 2018. Kepatuhan Diet Pasien Dm Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Sudiang Raya. http://journal.poltekkesmks.ac.id/ojs2/index.php/mediagizi/article/view/60/pdf (diakses hari selasa 30 juli 2019 jam 12:34).

Trisnawati, S. K., dan Setyorogo, S. 2013. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cingkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol.5 Issue 1, 6-11.

Wright et al. 2010. Impact of Compliance on Weight Loss and Health Profile in a Very Low Energy Diet Program.

You dan Kim M.J. 2010. Effects of Low Glycemic Index Nutrition Education on the Blood Glucose Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Korean J Nutr. 43(1):46-56. http://synapse.koreamed.org/. (Diakses tanggal 11 September 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.