PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TERKONTROLNYA TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI YANG MENGGUNAKAN OBAT CAPTOPRIL DI POSYANDU PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG

Indriati Dappa Tadi, Novita Dewi, Yanti Rosdiana

Abstract


Hipertensi pada lansia merupakan kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis. Hipertensi dikenal sebagai penyakit pembunuh ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Penanganan hipertensi terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis. Penanganan yang tidak menimbulkan efek samping yaitu terapi non farmakologi salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Terapi relakasi otot progresif adalah suatu teknik dengan memusatkan perhatian pada aktifitas otot, kemudian menurunkan ketegangan dengan merelaksasikan otot untuk mendapatkan perasaan rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhterapi relaksasi otot progresif terhadap terkontrolnya tekanan darah pada lansia di Posyandu Permadi Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experimental desain dengan bentuk pretest-postest Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 orang dan sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu, lembar observasi, Spygmomanometer dan stetoskop. Variabel bebas adalah terapi relaksasi otot progresif dan variabel terikat adalah terkontrolnya tekanan darah. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji statistik McNemar. Hasil penelitian membuktikan sebelum melakukan relaksasi otot progresif untuk kelompok perlakuan seluruhnya (100%) memiliki tekanan darah dengan kategori tidak terkontrol dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif untuk kelompok perlakuan hampir seluruhnya (93%) memiliki tekanan darah dengan kategori terkontrol. Hasil uji McNemar menunjukkan p-value = (0.000 < (0.050) dengan demikian terdapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap terkontrolnya tekanan darah pada lansia yang menggunakan obat captopril. Peneliti selanjutnya disarankan untuk jadikan terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk membantu lansia menangani tekanan darahh tinggi.

Hypertension in the elderly is a medical condition where there is an increase in blood pressure chronically. Hypertension is known as the third killer disease after heart disease and cancer. treatment of hypertension consists of pharmacological and non-pharmacological therapies. Handling that does not cause side effects, namely non-pharmacological therapy, one of which is progressive muscle relaxation therapy. Progressive muscle relaxation therapy is a technique that focuses on muscle activity, then decreases tension by relaxing the muscles to get a relaxed feeling. This study aims to determine the effect progressive muscle relaxation therapy for blood pressure control in elderly in Permadi Tlogomas Malang City. The research design used a quasi experimental design with pretest-posttest design control group. The population in this study were 37 people and the sample that matched the inclusion criteria was 30 people who were taken by simple random sampling technique. The instruments used are observation sheets, Spygmomanometer and stethoscopes. The collected data were analyzed bystatistical test McNemar. The results of the study proved that before the progressive muscle relaxation for the whole treatment group (100%) had uncontrolled blood pressure and after progressive muscle relaxation for the treatment group almost all (93%) had controlled blood pressure. test results McNemar showed p-value = (0.000 <(0.050) thus there was an effect of progressive muscle relaxation therapy on blood pressure control in the elderly who used the captopril drug. Further research was suggested to make progressive muscle relaxation therapy as one of the independent nursing interventions to help elderly handle high blood pressure

Keywords: Hypertension; Elderly; Progressive Muscle Relaxation Therapi

Keywords


Hipertensi; Lanjut Usia; Terapi Relaksasi Otot Progresif

References


Anggara, F. H. D., & Prayitno, N. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 20-25.

Anggraini, A. D., & Asputra, H. Siahaan. SS, Situmorang, E., and Warren, A. 2009. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(3), 30-37

Ardiansyah. 2012. Keperawatan Kardiovaskuler dan Meningkatnya Faktor Pemicu Stroke dan Jantung. Jakarta: Salemba Medika.

Azizah, L. M. 2011. Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Harmono R. 2010, Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah Klien Hipertensi Primer di Kota Malang, Tesis, Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Depok: Graha Ilmu.

Hanns Peter. 2009. Prevalensi meningkatnya Penyakit tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta.

James et al. 2013. Hipertensi pengenalan, pencegahan, dan pengobatan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Kelen, A., Hallis, F., & Putri, R. 2017. Tugas Keluarga dalam Pemeliharaan Kesehatan dengan Mekanisme Koping Lansia. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 4(1), 58-65. Retrieved from https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/view/474/469

Mashadi. 2011. Pengaruh Progressive Muscle Relaxaation terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Matttaher Jambi. Jakarta: Salemba Medika.

Mun’im dkk. 2011. Fisioterapi Dasar dan Perawatan Farmakologi Penyakit Jantung. Jakarta: EGC.

Nugroho W. 2013. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.

Nursalam. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.

Potter, P.A & Perry, 2009. Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Vol 2,. Jakarta: Salemba Medika

Purwanto, B. 2013. Herbal dan Keperawatan Komplementer. Yogyakarta: Nuha Medika.

Purwanto, B. 2012. Hipertensi (Patogenesis, Kerusakan Target Organ dan Penatalaksanaan). Cetakan Pertama. UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS press). Jawa Tengah: Graha Ilmu.

Priyanto. 2009. Perawatan Farmakologi Penyakit Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.

Ramadhan. 2009. Pelayanan Keperawatan bagi Penderita Hipertensi secara terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

RISKESDAS. 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes RI. Jakarta. http://www.litbang.depkes.go.id/sites di akses pada tanggal 5 Agustus 2018. 19.30 WIB.

Rendi, Wahyuni, T.D. and Warsono, W., 2017. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Hipertensi Terhadap Perubahan Perilaku Gaya Hidup Klien Hipertensi di Puskesmas Dau Kabupaten Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan, 2(3).

Shanty, 2011. Hipertensi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Shanty, M., 2011, Silent Killer Diseases−Penyakit yang diam-diam Mematikan, Jakarta: Javalitera, Gramedia.

Sucipto, 2014. Efek Relaksasi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 2 No. 1 ISSN: 2303-1433. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono, 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Susanah, S., Sutriningsih, A. and Warsono, W., 2017. Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Poliklinik Trio Husada Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan, 2(3).

World Health Organization, 2013, Clinical Guidelines for the Management of Hypertension, WHO Regional Office for the Eastern Mediteranean Cairo.United State: Global Health Observatory.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.