HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TB PARU DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTI TB (OAT) DI POLIKLINIK TB RS PANTI NIRMALA MALANG

Baiq Irma Prasetiyani, Pertiwi Perwiraningtyas, Lasri Lasri

Abstract


Faktor resiko kematian pada penderita TB karena keterlambatan diagnosa awal dan pengobatan tidak adekuat. Kepatuhan dalam minum OAT merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan TB Paru, namun kejadian putus obat masih cukup tinggi dan hal ini disebabkan salah satunya adalah pengetahuan pasien TB tentang penyakit TB Paru dan pengobatannya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan pengetahuan tentang TB Paru dengan kepatuhan konsumsi Obat Anti TB di Poliklinik TB RS Panti Nirmala Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian 50 penderita TB Paru pada bulan Juli-Agustus 2019 dengan sampel yang diambil berjumlah 45 responden menggunakan teknik sampling simple random sampling dengan kriteria usia diatas 17 tahun yang menjalani pengobatan lanjutan, bisa membaca dan menulis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan menggunakan kuesioner kepatuhan menurut (Morisky) yang sudah termodifikasi MMAS-8 (The 8-Item Medication Adrerence Scale). Pengujian statistik menggunakan dengan Uji Fisher Exact. Data yang didapatkan 88,9% penderita TB Paru memiliki pengetahuan baik dan 88,9% penderita TB Paru memiliki kepatuhan yang tinggi dalam konsumsi OAT. Dari hasil korelasi didapatkan nilai p-value = 0,000 dan yang dapat diartikan terdapat hubungan antara Pengetahuan pasien TB Paru dengan Kepatuhan Konsumsi Obat Anti TB di Poliklinik TB RS Panti Nirmala Malang. Upaya untuk meningkatkan kepatuhan penderita TB Paru dalam pengobatan, penting halnya dilakukan adanya edukasi tentang TB Paru dan pengobatannya, sehingga diharapkan pengetahuan penderita TB Paru pun akan semakin baik pula.

Risk factors for death in TB sufferers due to late initial diagnosis and inadequate treatment. Compliance in taking OAT is the main key to the success of pulmonary TB treatment, but the incidence of drug withdrawal is still quite high and this is due to one of them being the knowledge of TB patients about pulmonary TB disease and its treatment. Anti-TB drugs at the TB Panti Nirmala Hospital Malang. The study design uses cross sectional. The study population of 50 patients with pulmonary TB in July-August 2019 with a sample taken amounted to 45 respondents using simple random sampling sampling techniques with age criteria over 17 years who undergo advanced treatment, can read and write. Data collection using knowledge and compliance questionnaires using questionnaire kepatuahan according to (Morisky) which has been modified MMAS-8 (The 8-Item Medication Adrerence Scale). The data obtained 88.9% of patients with pulmonary TB have good knowledge and 88.9% of patients with pulmonary TB have high adherence in the consumption of OAT. Statistical testing using the Fisher Exact Test. From the correlation results obtained p-value = 0,000 (<0.05) and which can be interpreted as a relationship between the knowledge of pulmonary TB patients with compliance with the consumption of anti-TB drugs in the TB Polyclinic of Panti Nirmala Hospital Malang. Almost all pulmonary TB patients in the TB Polyclinic of Panti Nirmala Hospital Malang have good knowledge about pulmonary TB and almost all of them have high compliance with OAT consumption and there is a relationship between the knowledge of pulmonary TB patients with compliance with OAT consumption.

Keywords: Knowledge, Pronounced, Tuberculosis patients

Keywords


Pengetahuan; Kepatuhan; Penderita TB Paru

References


Arifin, R. 2016. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dengan Status Gizi Ibu Hamil

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Budi, I, dkk. 2018. Analisa Faktor Resiko Kejadian Penyakit Tuberkulosis Bagi Masyarakat Daerah Kumuh kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 17(2), 2018, 87 – 94

Dewanty, L, dkk. 2016. Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Puskesmas Nguntoronadi I Kabupaten Wonogiri. Wonogiri

Dinas Kesehatan Malang. 2017. Profil Kesehatan Kota Malang 2017. Malang

Dinas Kesehatan Jawa Timur. 2018. Profil Kesehatan Provensi Jawa Timur 2017. Surabaya

Djannah, S, dkk. 2009. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Penularan TBC pada Mahasiswa di Asrama Manokwari Sleman Yogyakarta. Yogyakarta

Isfahani, S, dkk. 2017. A Developing the Medicator Rimender Mobile

Fitri, L, dkk. 2018. Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Medan

Kemenkes RI. 2011. Strategi Nasional Pengendalian TB. Jakarta

Kemenkes RI. 2011. Pedoman nasional Pengendalian TB. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Derektorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta

Kemenkes RI. 2014. Pedoman nasional Pengendalian TB. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Derektorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta

Kemenkes RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2014. (online), http://www.Kemenkes.go.id diakses pada tanggal 17 Mei 2019

Kemenkes RI. 2018. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI 2018 “Tuberkulosis”. Jakarta

Kinanti, W. 2014.Pengembangan Instrumen Pengukuran Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat Terkait Penyakit Tuberculosis (TBC) Paru

Kondoy, P, dkk. 2014. Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Lima Puskesmas di Kota Manado. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik. Volume 2 (1)

Maftuhah, A. 2018.Hubungan Pengetahuan terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Tuberkulosis di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Indra Husada Volume 6 (1)

Naim, N & Utami, D. 2018.Performa Test Cepat Molekul dalam Diagnosa Tuberkulosis di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makasar.Jurnal Media Analis Kesehatan. Volume 9 (2)

Notoadmojo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoadmojo, S. 2010. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoadmojo, S. 2014. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam. 2015. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. Jakarta. Salemba Medika

Pameswari, P. 2016. Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Mayjen H. A. Thalib Kabupaten Kerinci.Jurnal Sains Farmasi & Klinis. Volume 2 (2)

Pasek, M, dkk.2013. Hubungan Persepsi dan Tingkat Pengetahuan Penderita Tuberkulosis dengan Kepatuhan Pengobatan di Wilayah Kerja Buleleng. Jurnal Magister Kedokteran Keluarga. Volume 1 (1)

Prihantana, A, dkk. 2016. Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberculosis di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Jurnal Farmasi Sains dan Praktisi. Volume 2 (1)

Rahmi, N, dkk. 2017. Hubungan Tingkat Kepatuhan Penderita Tuberkulosis Paru dengan Perilaku. Jurnal Kesehatan Andalas

Rosdiana. 2018. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di RSUD Labuang Baji Makasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 8 (1)

Setyowati, D, dkk.2011. Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Sukoharjo

Tutus, M. 2016. Pengaruh Terapi Suportif Kelompok terhadap Kepatuhan Minum Obat Klien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Patrang Kabupaten Jember

Ummami, Y, dkk. 2015. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Tuberkulosis terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Penderita terhadap Pencegahan Penularan Tuberkulosis di Puskesmas Simo Kabupaten Boyolali. Boyolali

Widiyanto, A. 2016. Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di Puskesmas Delanggu Kabupaten Klaten. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan. Volume 6 (1)

Yanti, Z. 2017. Pengaruh Diabetes Melitus terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru di Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Jurnal Berkala Epidemiologi. Volume 5 (2) : 163 - 173

Yeti, A, dkk.2015. Pengetahuan Pasien Tuberkulosis Berimplikasi terhadap Kepatuhan Penderita Tuberkulosis Paru dengan Perilaku. Jurnal Care. Volume 3 (2)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.