HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SELF EFFICACY GURU DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SD INPRES KURU TEPE, SUMBA BARAT, NTT

Pige Rade Sairo, Supriyadi Supriyadi, Wahyu Dini Metrikayanto

Abstract


Cedera pada siswa Sekolah Dasar bisa terjadi kapan saja, sehingga guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan self efficacy yang baik dalam menolong siswa cedera. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan self efficacy guru dalam melakukan pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar di SD Inpres Kuru Tepe, Sumba Barat, NTT. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 45 orang guru dan sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan penentuan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan self efficacy. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar yaitu sebanyak 22 (55%) responden memiliki pengetahuan kurang tentang pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar dan sebagian besar yaitu sebanyak 21 (52,5%) responden memiliki self efficacy kurang dalam melakukan pertolongan pada siswa Sekolah Dasar. Hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik Fisher's Exact menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan self efficacy guru dalam melakukan pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar di SD Inpres Kuru Tepe, Kab. Sumba Barat, NTT dengan p value = (0,000) < (0,050). Peneliti selanjutnya diharapkan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama cedera untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy guru dalam melakukan pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar.

Injury to elementary school students can occur at any time, so teachers are required to have good knowledge and self-efficacy in helping injured students. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge with teacher's self-efficacy in conducting first aid injuries to elementary school students of SD Inpres Kuru Tepe, West Sumba, NTT. The study design used a correlative design with cross sectional approach. The study population was 45 teachers and the study was sample as many as 40 people with a random sampling. The data collection techniques used instruments such as knowledge and self-efficacy questionnaires. The results of the research proved that 22 (55%) respondents had less knowledge about first aid and 21 (52.5%) respondents had less self-efficacy in helping elementary school students. The results of data analysis using the Fisher's exact statistical test showed that there was a relationship of knowledge with the teacher's self-efficacy in conducting first aid to elementary school students at SD Inpres Kuru Tepe, Kab. West Sumba, NTT with p value = (0,000) <(0.050). Future researchers are expected to provide health first aid education to increase teacher’s knowledge and self-efficacy in conducting first aid of injury to elementary school students.

Keywords: Knowledge, First Aid to Injury, Teacher’s self-efficacy, Elementary School Students

Keywords


Pengetahuan; Pertolongan Pertama Cedera; Self Efficacy Guru; Siswa Sekolah Dasar

References


Bandura, Albert. 2013. Self-efficacy - The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman and Company.

Endiyono & Lutfiasari, Arum. 2016. Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama Berpengaruh Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Praktek Guru Dalam Penanganan Cedera Pada Siswa Di Sekolah Dasar. MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan 14 (1). Universitas Muhammadiyah Purwokerto. http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/view/1041/2137. Diakses pada tanggal 29 Juni 2019

Hardianto. 2015. Penanganan Cedera. Jakarta: Bumi Aksara.

Kusumaningrum, Bintari R., Kartika, Annisa W., & Ulya, I., 2018. Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan di Sekolah Children Centre Brawijaya Smart School Malang. International Journal of Community Service Learning 2 (4). Universitas Brawijaya https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/IJCSL/article/download/14366/9694 Diakses pada tanggal 29 Juni 2019

Kuschithawati, 2017. Faktor Resiko Terjadinya Cedera pada Anak Usia Sekolah Dasar, Berita Kedokteran Masyarakat Vol.23 No.3. Jakarta : Kemenkes RI

Lutfiasari, Arum. 2016. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Praktek Guru Dalam Penanganan Cedera Pada Siswa Di Sekolah Dasar UMP. Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan 14 (1). Universitas Muhammadiyah Purwokerto. http://repository.ump.ac.id/716/. Diakses pada tanggal 29 Juni 2019

Meikahani, Ranintya & Kriswanto, Erwin Setyo. 2015. Pengembangan Buku Saku Pengenalan Pertolongan Dan Perawatan Cedera Olahraga Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia 11 (1). Universitas Negeri Yogyakarta. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/download/8166/6837. Diakses pada tanggal 29 Juni 2019

Morgan, Lyle W. 2013. Mengobati Cedera Secara Alamiah. Jakarta: Bumi Aksara.

Priyonoadi, B. 2014. Pencegahan Cedera Olahraga. Semnar Nasional. Yogyakarta: UNY Press

Sudijandoko, A. 2013. Perawatan dan Pencegahan Cedera. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Susy. 2007. Faktor Resiko Terjadinya Cedera pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jakarta: Remadja Karya.

Susanti, Yuliana Tri. 2018. Pengetahuan Guru Pendidikan Jasmani Tentang Penanganan Dini Cedera Olahraga Dengan Metode Protect Rest Ice Compression Elevation Support (Prices) Di SMA/MA Negeri Se-Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Keolahragaan 3 (3). Universitas Negeri Yogyakarta. http://eprints.uny.ac.id/55749/1/Skripsi%20santi.pdf Diakses pada tanggal 29 Juni 2019

Yonca & Ersin. 2014. Praktek Pertolongan Pertama Siswa. Jakarta: Remadja Karya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.