PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PHBS TERHADAP PENCEGAHAN SCABIES PADA ANAK JALANAN

Hildegardis Moy, Swaidatul Masluhiya AF, Susmini Susmini

Abstract


Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi sensititasi terhadap tungau sarcoptes scabie varien hominis. Salah satu cara pencegahan scabies dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS sehingga anak jalanan bisa berperilaku bersih dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap pencegahan scabies pada anak jalanan di Pasar Lama Kecamatan Sukun Kota Malang. Desain penelitian mengunakan pre- experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Sampel penelitian sebanyak 30 anak jalanan dengan penentuan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Marginal Homogenity. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruhnya (90,0%) responden berperilaku kurang dalam pencegahan scabies sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS dan sebagian besar (66,7%) responden responden berperilaku cukup dalam pencegahan scabies setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS. Hasil uji Marginal Homogenity didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap pencegahan scabies pada anak jalanan di Pasar Lama Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan anak jalanan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk mencegah dan menyembuhkan scabies.

Scabies is an infectious skin disease caused by sensitizing infestations of mites sarcoptes scabie varien hominis. One way to prevent scabies by providing health education about PHBS so that street children can behave clean and healthy. The purpose of this study was to determine the effect of health education on PHBS on the prevention of scabies in street children in Pasar Lama Gadang, Sukun District, Malang City. The research design used pre-experimental design with one group pre and post test design. The research sample consisted of 30 street children with the determination of using random sampling. Data collection techniques using instruments in the form of observation sheets. Data analysis method used is Marginal Homogenity test. The results of the study proved that almost all (90.0%) respondents behaved less in prevention of scabies before being given health education about PHBS and most (66.7%) respondents respondents behaved adequately in the prevention of scabies after being given health education about PHBS. Marginal Homogenity test results obtained p value = (0,000) <(0,050) so H1 is accepted, meaning that there is an effect of health education on PHBS on the prevention of scabies in street children in Pasar Lama Gadang Sukun District, Malang City. Based on the results of the study, it is expected that street children maintain personal hygiene and the surrounding environment to prevent and cure scabies.

Keywords: Street Children;Scabies Prevention; Health Education, PHBS

Keywords


Anak Jalanan; Pencegahan Scabies; Pendidikan Kesehatan; PHBS

References


Adhi Djuanda, dkk. 2010. Ilmu Penyakit Kulit dan kelamin. Edisi 6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Atikah Proverawati dan Eni Rahmawati, 2012, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Yogyakarta: Nuha Medika.

Baur B., Sarkar J., Manna N., & Bandyopadhyay L. 2013. The Pattern of Dermatological

Depkes RI. Tahun 2012 Pembinaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Berbagai Tatanan

Depkes RI. 2012. Pusat Promosi Kesehatan Pencapaian PHBS. http://www.promosikesehatan.com (Diakses pada tanggal 5 april 2018 pukul 11.45 WIB) Media pp. 149-172

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. 2006. Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2006. Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Disorders Among Patients Attending the Skin O.P.D of A Tertiary Care Hospital in Kolkata, India. Journal of Dental and Medical Sciences.

Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. 2010. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Emodi, I.J. et al., 2013. Skin diseases among children attending the out patient clinic of the University of Nigeria teaching hospital, Enug. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/a rticles/PMC3052811/. Diakses tanggal 14 april 2018.

Fitriani, S. 2011. Promosi kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Handoko. 2010. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Heukelbach J, Wilcke T, Winter B & Feldmeier. 2010. Epidemiology and morbidity of scabies and pediculosis capitis in resource-poor communities in Brazil. British Journal of Dermatology 153: 150–156.

Kenneth F. 2010. Penyakit Kulit. Bandung: YramaWidya.

Proverawati dan Rahmawati. 2012. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yogyakarta

Setyaningrum, Yahmi Ira. 2016. Prevalensi dan Analisis Penyebab Scabies pada anak jalanan di Malang Raya Sebagai Materi Pengembangan Buku Saku Tentang Scabies dan Upaya Pencegahannya. Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS.

Susanto, dkk. 2008. Buku ajar parasitologi kedokteran, Jakarta : FKUI.

Suyanto, Bagong Dan Dwinarwoko. 2010. Sosiolgi Teks Pengantar Dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Widuri,N. Aini, Candrawati, Erlisa, Masluhiya, AF.Swaidatul.2017. Analisis Faktor Risiko Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.Nursing New.2(3). Halaman 622-633. Alamat https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/view/697.di akses pada tanggal 28 maret 2018.

Wolf R. 2010. Treatment of Scabies And Pediculosis: Facts And Controversies. Clinic Dermatology, 28: 511-518.

Zayyid M., Saadah M.S., Adil R., Rohela A.R., & Jamaiah, I. 2010. Prevalence of skabies and head lice among children in a welfare home in Pulau Pinang, Malaysia. Tropical Biomedicine 27, 442–446.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.