PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI DI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

Yasinta Nadu Ndode, Vita Maryah Ardiyani, Dudella Desnani Firman Yasin

Abstract


Musik klasik mozart memiliki tempo lambat sehingga mampu menenangkan pikiran, menstabilkan tekanan darah dan melancarkan peredaran sel darah putih sehingga mampu meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik bagi pasien luka operasi yang mendengarkannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi di Rumah Sakit Baptis Batu. Desain penelitian mengunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 pasien post operasi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner.Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji paired t test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum mendengarkan terapi musik mozart klasik sebagian besar 21 (70,0%) pasien post operasi mengalami kualitas tidur buruk dan sesudah mendengarkan terapi musik klasik mozart hampir seluruhnya 25 (83,3%) pasien post operasi mengalami kualitas tidur baik. Hasil uji paired t-test didapatkan p-value= (0,000) <(0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwaada pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi di Rumah Sakit Baptis Batu. Berdasarkan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas tidur pasien post operasi perlu mendengarkan musik klasik mozart selama 30 menit sebelum tidur.

Keywords


Kualitas tidur, pasien post operasi, terapi musik klasik mozart.

Full Text:

PDF

References


Campbell, D. 2002. Efek Mozart Musik Klasik. Alih Bahasa Hermay. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Carpenito, 2007. Angka Kejadian Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi GangguanTidur. Jakarta: Trans Info Media.

Depkes RI. 2009. Pasien Post Operasi di Indonesia.http://www.depkes.go.id/article/print/15082800002/pembedahan-tanggulangi-11-penyakit-di-dunia.html. Diakses tanggal 02 April 2017.

Fahmi, 2012. Kualitas Tidur Dan Aktivitas Otak Tidur. Jakarta: EGC.

Harsono. 2008. Buku Ajar Neurologi Klinis. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Hendri. 2015.Efektifitas Musik Klasik Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Rawat Inap di Puskesmas Dinoyo Malang. Skripsi:Universitas Brawijaya Malang.

Johanna, C. & Jachens. 2004. Sleep Disturbances & Healthy Sleep. The Association of Waldorf Schools of North America.

Kozier. 2011. Faktor Penghambat Tidur. Jakarta: Salemba Medika.

Mustafa. 2010. Pengaruh Antara Kompetensi Perawat Dalam Melakukan Tindakan Operasi Pada Pasien.Jakarta: Mitra Wacana Media.

Musbikin, I. 2009. Terapi Musik Klasik Untuk Kualitas Tidur Pada Paien Post Operasi. Yogyakarta: Power Books .

Natalina, D. 2013 . Terapi Musik Klasik Bidang Keperawatan. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan; Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4 Volume 2. Jakarta: EGC.

Sjamsuhidajat, R &Jong.2011.Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2. Jakarta: EGC.

Setyoadi. 2011.Terapi Musik Klasik dan Alpikasi. Yogyakarta: Galang Pres.

Tarwato & Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan Edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.

Wavy. 2008. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur.Jakarta: Rineka Cipta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.