PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI TELAPAK KAKI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Agus Arianto, Swito Prastiwi, Ani Sutriningsih

Abstract


Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkaitan dengan penurunan angka harapan hidup penderita, peningkatan penyakit jantung dan risiko terjadinya stroke. Banyak pengobatan non farmakologi yang telah ditemukan untuk membantu menurunkan tekanan, seperti terapi pijat refleksi telapak kaki yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi pijat refleksi telapak kaki terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian mengunakan Quasi Experimental dengan pendekatan nonrandomized pretest and posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 responden, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 orang sebagai kelompok eksperimen dan 17 orang sebagai kelompok kontrol. Metode analisa data dengan paired t test untuk menilai tekanan darah sistolik pre-post test dan untuk menguji tekanan darah diastolik mengunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian dengan uji paired t test untuk tekanan darah sistolik dan uji Wilcoxon untuk tekanan darah diastolik diperoleh nilai signifikansi 0,00 (sig<0,05), artinya pijat refleksi telapak kaki berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi pijat refleksi telapak kaki dapat menurunkan tekanan darah dan sebaiknya dilakukan di sore hari agar efektifitasnya dalam menurunkan tekanan darah lebih maksimal.

Keywords


Hipertensi, tekanan darah, terapi pijat refleksi telapak kaki.

Full Text:

PDF

References


Armilawati. 2007, Hipertensi dan faktor risikonya dalam kajian epidemiologi Makassar: Bagian Epidemiologi FKM UNHAS.

Corwin, Elizabeth J. 2009. Patofisiologi: buku saku Edisi 3. Jakarta: EGC.

Depkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Hadibroto, Yasmine. 2006. Seluk-Beluk Pengobatan Alternatif dan Komplementer. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer

Kapojos, S. 2001. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : FK UI

Majid. 2005. Fisiologi Kardiovaskular .Edisi 2. Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan

Mills, Catherine J .2012. A Comparision of Relaxation Techniques on Blood Pressure Reactivity and Recovery Assessing The Moderating Effect of Anger Coping Style. Dissertation. Old Dominion University ;http://search.proquest.com/docview/1139209468/13E83315C1A265CE1ED/1?accountid=133190 Diakses tanggal 7 Maret 2016

Muttaqin, Arif. (2009). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan sistem Kardiovaskular dan Hematodologi. Jakarta : Salemba Medika

Nugroho, I. A., Asrin, & Sarwono. 2012. Efektivitas pijat refleksi kaki dan hipnoterapi terhadap penurunan Kesehatan Keperawatan, http://www.academia.edu/8373947/Jstikesmuhgo-gdl-irmawand-1365-2-hal_57-3 Diakses tanggal 13 April 2016

Palmer A and William, B. 2007. Simple Guide Tekanan Darah Tinggi. Alih bahasa dr Elizabeth Yasmine. Editor Rina Astikawati ,Amalia Safitri. Jakarta : Erlangga

Safitri, Putri. 2009. Efektivitas Massage Kaki dengan Minyak Essensial Lavender terhadap Penurunan Tekanan Darah. Medan: PSIK Fkep USU.

Wahyuni, S. 2014. Pijat refleksi untuk kesehatan. Jakarta Timur: Dunia Sehat.

Wijayakusuma, H. 2006. Atasi Asam Urat dan Reumatik ala Hembing. Jakarta: Puspa Swara

Zunaidi, Nurhayati, Prihatin. 2014. Pengaruh Pijat Refleksi Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Klinik Sehat Hasta Therapetika Tugurejo Semarang. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=171573&val=426&title Diakses pada tanggal 12 juni 2016


Refbacks

  • There are currently no refbacks.