FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM PENERAPAN 6 SKP (SASARAN KESELAMATAN PASIEN) PADA AKREDITASI JCI (JOINT COMMISSION INTERNATIONAL) DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG

Yohanes David Wahyu Pambudi, Ani Sutriningsih, Dudella Desnani Firman Yasin

Abstract


Perbaikan demi perbaikan dalam mutu pelayanan kesehatan harus dilakukan untuk mendapatkan status terakreditasi tingkat paripurna. Fokus akreditasi JCI adalah keselamatan pasien yang tertuang dalam standart 6 Sasaran Keselamatan Pasien. Sebagian besar standart 6 Sasaran Keselamatan Pasien diterapkan oleh perawat, khususnya perawat di ruang rawat inap yang dituntut untuk selalu berinteraksi dengan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam penerapan 6 SKP. Serta faktor yang paling dominan yang mempengaruhi penerapan 6 SKP (Sasaran Keselamatan Pasien) Pada Akreditasi JCI (Joint Commission International) Di Ruang Rawat Inap RS. Panti Waluya Malang. Desain penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Intrument penelitian untuk variabel independen menggunakan kuisioner dan variabel dependen menggunakan checklist. Populasinya adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa sebanyak 186 orang. Sampel sebanyak 124 orang ditentukan dengan teknik proporsional simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square (p<0,05). Berdasarkan hasil analisa Bivariat, faktor yang berpengaruh terhadap 6 SKP yaitu jumlah tanggungan (p=0,018), lama bekerja (p=0,018), pengetahuan perawat (p=0,002), motivasi perawat (p=0,019), supervisi (p=0,001), dan pengaruh organisasi (p=0,029). Berdasarkan hasil analisa multivariat didapatkan faktor yang paling dominan adalah Pengetahuan dengan (OR=17,299), sehingga dapat diasumsikan bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan baik cenderung lebih baik dalam melakukan penerapan 6 SKP dibandingkan dengan perawat yang memiliki pengetahuan rendah. Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit agar melakukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kinerja perawat dengan mengadakan pelatihan secara rutin dan berkesinambungan, khususnya pelatihan tentang 6 Sasaran Keselamatan Pasien.

Keywords


Akreditasi JCI, keselamatan pasien, 6 SKP (Sasaran Keselamatan Pasien)

Full Text:

PDF

References


Ariyani. 2009. Analisis Pengetahuan dan Motivasi Perawat yang Mempengaruhi Sikap Mendukung Penerapan Program Patient Safety di Instalasi Perawatan Intensif RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2008. Tesis. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/16529/1/Ariyani.pdf, diakses tanggal 23 Januari 2017 pukul 12.30 WIB

Aryati, Tini. 2016. Hubungan Karakteristik Perawat Dengan KepatuhanPenerapan Prosedur Keselamatan Pasien Di Instalasi Rawat Inap RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. http://perpusnwu.web.id/karyailmiah/documents/4808.pdf. Diakses tanggal 23 Januari 2017 pukul 12.40 WIB

Besral, 2011. Perhitungan Besar Sampel. Departemen Biostatistika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Departeman Kesehatan RI KKP RS. 2008. Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) Edisi 2.

Iswati. 2012. Pengaruh penjaminan mutu keselamatan pasien oleh kepala ruang terhadap tindakan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok. Thesis FIK-UI Jakarta: FIK UI. http://www.lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak/id_abstrak-20304388.pdf. Diakses tanggal 13 Januari 2017 pukul 21.40 WIB

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sherlly, A. 2011. Faktor - faktor yang Mempengaruhi Perawat dalam Penerapan IPSG (Intenational Patient Safety Goals) pada Akreditasi Ruah Sakit. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Ke perawatan Program Pascasarjana Universitas Indonesia Jakarta. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20296654-S-Shelly%20Aprilia.pdf. Diakses tanggal 23 Januari 2017 pukul 21.00 WIB

Setiadi. 2013. Konsep dan Penulisan riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Sinungan, Muchdarsyah Drs,. 2003. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Edisi 2. Jakarta : Bumi Aksara. ISBN 979-526-099-5

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Sunaryo, Drs.M.Kes. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. ISBN : 979-448-662-0

Swastha, Basu. 1996. Azas-Azas Manajemen Modern. Yogyakarta : Liberty.

Wibowo. 2013. Budaya Organisasi: Sebuah kebutuhan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang. Jakarta: Rajawali Pers.

Republik Indonesia. 2011. Keputusan Direktur Jendral Bina Upaya Kesehatan Nomor HK.02.04/I/2790/11 tentang Standart Akreditasi Rumah Sakit. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Lembaran Negara RI Tahun 2009. Sekretariat Negara. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.