Analisis Kinerja Sumber Daya Aparatur Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Pasuruan dalam Melaksanakan Pelatihan Keterampilan (Studi Kasus pada Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Pasuruan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur

Imarotus Shohiya Multazima, A'an Warul Ulum

Abstract

Abstract. Developing countries are often faced with large numbers of unemployed people because of their relatively large population. Unemployment is a serious problem for the country considering the risks that also have an impact on the economy and social conditions of a country. One of the things that can be done is job training. Vocational Training Centers are training facilities and infrastructure to obtain skills training in certain fields so that graduates have skills and competitiveness in the job market or Entrepreneurial. Organizational continuity can be seen and determined from its success in achieving a goal. Therefore, the performance or performance organizationalis important to know well. The research method used in this research is qualitative research with a descriptive approach. This study uses performance indicators from Wibowo (2016). There are seven indicators according to Wibowo (2016), objectives, standards, feedback, tools or facilities, competencies, motives, and opportunities. Based on the results of the research and discussion that has been described, it can be concluded that the performance of UPT BLK in the implementation of job training has gone well, although from several indicators it still needs additional or improved performance.

Keywords: Performance, Human Resource, Training Center

Abstrak. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena jumlah penduduknya yang tergolong besar. Pengangguran menjadi persoalan yang serius bagi negara mengingat resikonya yang juga berdampak terhadap ekonomi dan sosial suatu Negara. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah pelatihan kerja. Balai Latihan Kerja adalah sarana dan prasarana pelatihan untuk mendapatkan pelatihanketerampilan di bidang tertentu agar lulusan memiliki keterampilan serta daya saing di pasar kerja atau usaha mandiri. Kelangsungan organisasi dapat dilihat dan ditentukan dari keberhasilannya mencapai sebuah tujuan. Maka dari itu kinerja atau performance organisasi merupakan hal yang penting untuk diketahui dengan baik.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan indikator kinerja dari Wibowo yaitu tujuan, standar, umpan balik, alat atau sarana, kompetensi, motif, dan peluang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan kinerja UPT BLK dalam pelaksanaan pelatihan kerja sudah berjalan dengan baik meskipun dari beberapa indikator masih perlu penambahan atau perbaikan kinerja.

Kata Kunci: Kinerja, Sumber Daya Manusia, Balai Latihan Kerja

Keywords

Kinerja, SDM, Balai Latihan Kerja

References

Franita, R. (2016). ANALISA PENGANGGURAN DI INDONESIA. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial.

Irianto, J. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik. Surabaya: PT Revka Petra Media.

Masun, M. (2016). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.

Moeheriono. (2014). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Raco, J. R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Wibowo. (2016). Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.