Teori Konstruksi Sosial: Sebuah Teori Bagaimana Warga Negara memaknai Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Masa Pandemic

Lisda Nurul Romdani

Abstract

Social construction theory believes that an individual can interpret the world around him as a social reality through the process of his interactions in community groups. The purpose of this paper is to find out how citizens can interpret the implementation of regional head elections during a pandemic. This research was conducted using a literature study method (library research) or research with literature studies, namely the collection of data and information from scientific journals and books as well as research results. Thus the data process obtained shows that holding regional head elections in a pandemic holds a lot of meaning for citizens. The meaning depicted in digital media which becomes a public space so that citizens are used to realize their participation, and the manifestation of a citizen's democratic attitude can be seen from his role through the public space in his decision-making process. Thus, the media as a means of political discussion in the community, so that the meaning formed by each individual in the practice of citizenship will emerge.

Keywords: Social Construction Theory, Regional Head Election, Democracy.

Teori konstruksi sosial mempercayai bahwa seorang individu dapat memaknai dunia sekitarnya sebagai realitas sosial melalui proses interaksinya dalam kelompok masyarakat. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana warga negara dapat memaknai pelaksanaan pemilihan kepala daerah di masa pandemic. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literature (library research) atau penelitian dengan studi pustaka, yaitu pengumpulan data dan informasi dari jurnal ilmiah dan buku serta hasil penelitian. Demikian proses data yang didapatkan bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dalam pandemic menyimpan banyak makna bagi warga negara. Makna yang digambarkan pada media digital yang menjadi ruang public sehingga digunakan warga negara dalam mewujudkan partisipasinya, dan perwujudan sikap demokratis seorang warga negara dapat dilihat dari peran dirinya melalui ruang public dalam proses pengambilan keputusannya. Demikian, media sebagai sarana diskusi politik di kalangan masyarakat, sehingga akan muncul makna yang dibentuk setiap individu dalam praktek kewarganegaraan.

Kata Kunci: Teori Konstruksi Sosial, Pemilihan Kepala Daerah, Demokrasi.

Keywords

Teori Konstruksi Sosial, Pemilihan Kepala Daerah, Demokrasi

Full Text:

PDF

References

Andrews, T. (2012). What is social constructionism? Grounded theory review, 11(1).

Aswandi, B., & Roisah, K. (2019). Negara Hukum Dan Demokrasi Pancasila Dalam Kaitannya Dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(1), 128-145.

Carey, J. (2002). A cultural approach to communication. McQuail’s reader in mass communication theory, 36-45.

Craig, Robert T. (1999). Communication Theory as a field, Communication Theory, Vol. 9, 119-61

Delia, JG. (1987). Communication Research: A History dalam Handbook of Communication Science, eds. Berber R. Charles dan Steven H. Chaffee. Newbury, CA: Sage Publications Inc.

Holstein, J. A., & Miller, G. (Eds.). (2006). Reconcidering social constructionism: Debates in social problems theory. Transaction publishers.

Karman. (2015). Konstruksi Realitas Sosial Sebagai Gerakan Pemikiran (Sebuah Telaah Teoretis terhadap Konstruksi Realitas Peter L. Berger). Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI). Jakarta.

Kennedy, R., & Suhendarto, B. P. (2020). Diskursus Hukum: Alternatif Pola Pengisian Jabatan Kepala Daerah di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 2(2), 188-204.

L Berger, P., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality.

Littlejohn, SW., Foss, KA. (2002). Theories of Human Communication, fifth edition. Belmont, California: Thomson Wadsworth.

Lussier, D. N. (2016). Constraining Elites in Rusia and Indonesia (political participation and regime survival). New York: Cambridge University Press. doi: https://doi.org/10.1017/slr.2020.104

Mato, D. (1996). On the theory, epistemology, and politics of the social construction of “cultural identities’’ in the age of globalization: Introductory remarks to ongoing debates. Identities, 3(1-2), 61–72.

McQuail, Denis. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory, 6th edition. Thousand Oaks, California: SAGE Publications, Inc.

Nindito, S. (2013). Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang Konstruksi Makna dan Realitas dalam Ilmu Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi. 2(1). 79-94

Noname, N. (2018). Pemahaman Teoritik Teori Konstruksi Sosial. Jurnal Inovasi, 12(2), 1-25

Umanailo, M. C. B. (2019). Paradigma Konstruktivis. 75

Perera. (2013). Pengantar dalam buku Berger, PL & Luckmann, T. Tafsir Sosial Atas Realitas: Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. Terjemahan oleh Hasan Basari. Jakarta: LP3ES

Pfohl, S. (2008). The reality of social constructions. James Holstein and Jay Gubrium, Handbook of Constructionist Research, 645-668

Plucker, J. A., & Renzulli, J. S. (1999). Psychometric approaches to the study of human creativity. Handbook of creativity, 35-61.

Rizki, S. C., & Hilman, Y. A. (2020). Menakar Perbedaan Opini Dalam Agenda Pelaksanaan Kontestasi Pilkada Serentak Di Tengah Covid-19. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hummanioramaniora, 4(2), 143-155.

Suryadi, K. (2017). Menak Senayan: arsitek komunikasi politik Indonesia. Pustaka Jaya.

Zed, M. (2004). Metode peneletian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.