HUBUNGAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KEJADIAN KRAM PADA ATLET FUTSAL

Josan Juniardo Saputra, Erlisa Candrawati, Zaky Soewandi Ahmad

Abstract


Kualitas tidur adalah kepuasaan seseorang terhadap tidurnya, sehingga orang tersebut tidak merasa lelah, gelisah, lesu, kehitaman di sekitar mata, konjungtiva merah, sakit kepala dan sering juga menguap. Akan tetapi kualitas tidur juga bisa di pengaruhi berbagai faktor yaitu: penyakit, keletihan dan kelelahan, stres psikologis, obat, nutrisi, lingkungan, motivasi, gaya hidup, dan usia.Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelatif untuk dapat mengetahui adanya hubungan antar variabel kategorik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian kram pada atlet futsal di IKAMAS. Populasi penelitian ini yaitu atlet futsal sebanyak 30 orang di IKAMAS Malang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar wawancara dimana peneliti langsung memberikan kuesioner kepada atlet futsal, dan untuk sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan pendekatan yang dipakai dalam proses penelitian ini adalah cross sectional. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar mengalami kejadian kram pada (53,3%) yang mengalami kualitas tidur buruk. Berdasarkan hasil uji spearman rank di dapatkan p value=(0,000) < (0,050) sehingga HI diterima artinya ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian kram pada atlet futsal di IKAMAS. Saran yang dapat di rekomendasikan untuk atlet futsal agar tidak melakukan permainan futsal apabila merasa kesehatan tubuh terganggu karena kualitas tidur buruk seperti sakit kepala, demam pusing, dan merasa lemas. Saran yang dapat di rekomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor kejadian kram seperti warming-up, nutrisi, dan ketahan fisik.

ABSTRACT

Sleep quality is one's satisfaction with sleep, so that the person does not feel tired, restless, lethargic, blackness around the eyes, red conjunctiva, headache and often also evaporates. However, the quality of sleep can also be influenced by a variety of factors, namely: disease, fatigue and fatigue, psychological stress, medication, nutrition, environment, motivation, lifestyle, and age. This study uses correlative research to determine the relationship between categorical variables. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and the incidence of cramps in futsal athletes at IKAMAS. The population of this study were 30 futsal athletes at IKAMAS Malang. The instrument of this study used questionnaires and interview sheets where the researchers directly gave questionnaires to futsal athletes, and for the sample in this study were 30 people. The sampling technique uses total sampling techniques and the approach used in this research process is cross sectional. The data obtained will be analyzed using the Spearman rank test. The results of this study found that most experienced cramping events in (53.3%) experienced poor sleep quality. Based on the results of the Spearman rank test, get p value = (0.000) <(0.050) so that HI is accepted, meaning that there is a relationship between the quality of sleep and the incidence of cramps in futsal athletes at IKAMAS. Suggestions that can be recommended for futsal athletes so they do not do futsal games if they feel that their health is impaired due to poor sleep quality such as headaches, dizziness, and feeling weak. Suggestions that can be recommended for future researchers to find out the factors of cramping events such as warming-up, nutrition, and physical resistance.

Keywords: Cramp occurrence ; Sleep quality.

Keywords


Kejadian kram; kualitas tidur.

Full Text:

PDF

References


Alimul, A. 2012. Buku Keperawatan Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur. Jakarta: Salemba Medika.

Asmadi. 2009. Konsep Dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Selemba Medika.

Arifin, A. 2013. Teknik Dasar Bermain Futsal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, S. 2010. Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Chandra. 2012. Strategi Bermain Futsal. Jakarta: Rineka Cipta.

Gunarsa, Surya. 2012. Psikologi Olah Raga: Teori dan Praktek. Jakarta : BPK Gunung Mulia

Guyton, A.C. 2008. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC

Hardianto. 2015. Penanganan Cedera pada Atlet Sepak Bola dan Futsal. Jakarta: Bumi Aksara.

Hoeger, A. 2014. Lifetime Physical Fitness & Wellness: A Personalized Program, 13th Edition. United States: Cengange Learning.

IOF. 2015. Informasi Pertandiangan Olahraga Futsal Indonesia. http://www.futsalin.com/2015/12/turnamen-futsal-2016.html Diakses pada tanggal (19-Maret-2017)

Kozier. 2011. Faktor Penghambat Tidur. Jakarta: Salemba Medika.

Lhaksana. 2012. Peraturan Olahraga Futsal. Surabaya: Airlangga University.

Nursalam. 2011. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

PON. 2016. Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2016. https://bolalob.com/read/29647/disiplin-dan-kerja-keras-cedera-pon-2016 Diakses tanggal 23 November 2017

Priyonoadi, B. 2012. Pencegahan Cedera Olahraga. Seminar Nasional. Yogyakarta: UNY Press

Roeslan, H. 2013. Perminan Futsal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Siagian. 2014. Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Kemampuan Atlet Bermain Futsal Di Klub “Bigreds” Yogyakarta. Skripsi: Universitas Negeri Yogyakarta.

Soeroso. 2013. Ilmu Lutut Olahraga. Yogyakarta: IKIP.

Stanley, M. 2012. Buku Ajar Keperawatan Gerontik terjemahan Nety Juniarti, Sari Kurnianingsih. Jakarta: EGC.

Sugiyono, 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alvabeta.

Sumorsardjono, S. 2011. Sehat, Bugar dan Petunjuk Praktis Berolahraga Yang Benar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.